Header Ads

Kisah Bidan Desa Cantik Korban Tsunami


BANTENPERSPEKTIF.COM, PANDEGLANG - Seorang bidan yang barus saja lulus menjadi korban keganasan Tsunami di Selat Sunda. Orangtua korban pun tampak sedih saat menceritakan kronologis meninggalnya bidan yang diketahui bernama Ayu.

"Ayu lagi ulang tahun di Pantai Carita bersama teman - temannya. Saat kejadian Ayu posisinya membelakangi laut sedangkan teman - temannya menghadap ke laut. Saat itulah gelombang Tsunami datang, temanya karena tahu ada gelombang tinggi lari, sedangkan Ayu yang tidak tahu terhempas oleh gelombang," kata ibu korban di kediammnya di sekitar Kawasan Carita, Pandeglang, kemarin.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, jasad Ayu baru ditemukan setelah beberapa hati peristiwa Tsunami dengan kondisi yang sudah tercium bau amis. "Saya waktu itu teriak -teriak sama relawan, jangan cuma cari di Tanjung Lesung aja, di Carita juga banyak karena anak saya belum ditemukan," kata ibu korban.

Proses pencarian pun dilakukan sendiri di lokasi kejadian. Ibu korban mencari - cari di antara gundukan pasir dan tanah dengan harapan jasad anaknya bisa ditemukan. Namun proses pencariannya sia - sia karena jasad Ayu tak kunjung ditemukan.

"Setelah kami pulang ada kabar dari relawan kalau ada jasad perempuan ditemukan dan dibawa ke Puskesmas Labuan. Saat itu juga saya ke puskesmas dan langsung menerabas perawat ketika itu. Sebetulnya dilarang tapi saya memaksa dan saya bilang ke petugas kalau saya kuat melihat kondisi apapun jasad anak saya, yang penting ditemukan," kata Ibu korban.

Oleh petugas, ibu korba sempat ditanya apakah mengenali ciri - ciri anaknya tersebut dan dijawab oleh Ibu korban bahwa salah satu cirinya adalah terdapat tahu lalat di bagian belakang. "Saya hapal karena masuk angin suka dikerik dan dibelakangnya ada tahi lalatnya," ujarnya.

Setelah masuk ke ruang jenazah, tak disangka Ibu korban melihat ada tulisan dengan nama Ayu dan seketika itu juga ia membuka kain kafan untuk lebih meyakinkan dan ternyata benar anaknya yang menjadi korban Tsunami. "Karena sudah beberapa hari jasadnya sudah berubah dan langsung kita bawa pulang untuk dimandikan serta dimakamkan," katanya.

Dikatakannya, Ayu merupakan salah satu bidan lulusan perguruan tinggi kebidanan di Bogor, Jawa Barat dan sedang mengabdikan diri di kampunngya menjadi bidan desa. "Dia orangnya rajin, kalau ada panggilan dari warga pasti datang jam berapapun. Pernah ada panggilan warga tengah malam dia datang juga," kenangnya.

Ibu korban menunjukan beberapa peralatan media yang dibeli Ayu sebagai persiapan untuk menolong warga yang membutuhkan. "Sedih saya, Ayu anak satu -satunya perempuan dan sudah besar, baik anaknya ga macam - macam. Sedih saya," katanya. (WCR/KNT)








Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.