Header Ads

Beda itu Pasti


Saya, istri dan tiga anak saya meski satu rumah memiliki cara berfikir yang berbeda - beda. Sering debat dong? Ya iyalah, namanya juga berbeda pasti sering terjadi perdebatan.

Saya cenderung lingustik, istri logic matematic, anak cewe saya cenderung logic, cowo pertama dan kedua apa ya kategorinya? Dalam praktiknya mereka sering terlihat lingustik terkadang juga logic matematic, sebut saja campuran deh!

Dalam kasus - kasus tertentu kami sering berbeda dalam mengambil sudut pandang sebuah persoalan. Kadang saya menang, kadang juga kalah. Tergantung objek perdebatannya.

Jangankan masalah yang serius, masalah yang ringan juga sering terjadi berdebatan sengit kok. Kadang anak - anak mendukug saya, kadang sebaliknya menyudutkan saya. He he he he

Bukan hanya saya dan istri, antar anak - anak pun sering terjadi perdebatan dalam banyak hal. Masalah beli jajan saja mereka sering debat dulu sebelum akhirnya diputuskan. Yang satu ingin beli di warung A, satunya lagi dengan persepsinya sendiri ingin beli di warung B.

Biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya sendiri dan akhirnya mereka pun bisa mendapatkan win - win solution. Jadi ternyata perbedaan itu terkadang kita butuhkan untuk menguji sejauhmana soliditas dan cara kita mencari jalan keluar.

Faktanya memang dunia ini berbeda kok! Apakah pernah ada kebuntuan? Ya adalah lah dalam kasus - kasus tertentu. Lalu bagaimana menyelesaikannya? Biarkan saja mencari jalan fikirannya masing - masing.

Yang terpenting tidak melupakan tugas pokok masing - masing, apalagi sampai mengabaikan tanggungjawabnya. Dan kedua tidak pundung (apa ya bahasa Indonesianya). Sama seperti kita berbeda pandangan dengan pemerintah, kan kita tetap bayar pajak, tetap membuat kartu tanda penduduk, tetap membayar listrik.

Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.