Header Ads

Dewan PKS Berikan Semangat Eks.Buruh Sandratex




BANTENPERSPEKTIF.COM, CIPUTAT TIMUR -- Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel dari Komisi II Sri Lintang  Rosi Aryani dan Shinta W Chairuddin, ditemani Andi Cut Muthia dari Komisi IV, melakukan kunjungan  ke pabrik produksi kain PT Sandratex di kawasan Ciputat Timur, kemarin (29/01/2019).

Kunjungan tersebut untuk memberikan semangat kepada eks karyawan PT Sandratex agar tetap berusaha dan bersabar dalam menuntut hak-hak mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Rombongan aleg PKS juga diajak eks karyawan untuk melihat sejumlah aset perusahaan berupa benang, kain, dan aset perusahaan lainnya yang dinilai dapat digunakan untuk membayar hak karyawan yang di PHK sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Ketiga anggota Fraksi PKS diterima pengurus Serikat Pekerja (SPSI) PT Sandratex yang dipimpin Muryanto. SPSI mengadukan lambannya pemerintah Tangsel /dinas tenaga kerja dlm menangani perselisihan kerja antara PT Sandratex dan pekerja yang   berjumlah 530 orang itu terhitung sejak 1 Desember 2018.

Menurut Muryanto kasus ini sebenarnya sudah mengalami pasang surut sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya pada 1 Desember 2018 dimana pihak manajemen memberhentikan seluruh pekerja. "Mesin dan lampu pabrik semuanya dimatikan secara total," ujarnya.

Setelah itu delegasi  F. PKS Tangsel  menemui ratusan eks pekerja yang setiap hari menggelar doa istighosah di areal pabrik yang sudah berdiri sejak 1976 tersebut.

"Kami sebagai wakil rakyat bekerja untuk membela hak-hak masyarakat yaitu memediasi perselisihan antara masyarakat, dinas, dan pihak perusahaan. Nanti yang melakukan eksekusi adalah  pihak Dinas terkait," kata Lintang. Saat wakil rakyat melakukan kunjungan  ke pabrik, mereka dipandu oleh pengurus SPSI karena ruang yang gelap gulita.

Anggota dewan menyesalkan sikap pemilik perusahaan yang tidak mengizinkan pihak manajemen perusahaan untuk memberikan akses ke Dewan untuk melihat aset penting lainnya. "Tidak apa manajemen tak mau menerima kami dan tidak mengijinkan kami mengakses tempat-tempat aset perusahaan ini. Ini jadi laporan kita ke komisi," ujar Shinta.

Baca Juga:
Juragan Kambing Nyaleg dari PKS
Tangsel Jadi Tempat Studi Sistem Informasi Berbasis Aplikasi
Aksi Falshmob PKS Tangerang

Lintang menambahkan, mereka menyampaikan tuntutan agar hak gaji selama dua bulan dan pesangon dibayar penuh sesuai Undang-undang yang berlaku. Karyawan yang di-PHK merasa kecewa dan dirugikan karena tunggakan gaji dan pesangon yang belum dibayarkan oleh perusahaan.

"Setelah melihat sejumlah aset perusahaan yang masih ada, Kami akan mendorong Dinas terkait untuk segera mendesak pemilik perusahaan agar segera membayarkan hak-hak karyawan yang di-PHK secara penuh sesuai regulasi yang berlaku," imbuh Wakil Ketua Komisi II ini.(SCP/KNT)

Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.