Header Ads

Party Life Cycle, Pemilu 2019 Punya Siapa?



Judul aslinya Product Life Cycle, teori ini menjadi salah satu bahan studi Marketing Communication Advertising atau kalau di perusahaan posisinya dikenal dengan sebutan MarComm.

Teori aslinya membahas produk komersial dengan ilmuwannya Philip Kotler. Tapi saya coba ingin mengulas itu dengan mengganti produkya, yaitu partai politik.

PLC ini dalam teorinya dikatakan sebagai siklus sebuah produk. Jadi, produk apapun pasti akan mengalami siklus. Siklusnya adalah Awarnnes, Growth, Mature dan Decline.

Awarnnes adalah masa dimana sebuah produk atau dalam konteks ini adalah partai politik baru tahap membangun kesadaran publik. Ini dilakukan partai politik baru.

Sementara Growth adalah masa tumbuh, dialami oleh partai politik yang telah berkembang. Dan Mature atau kemapanan, level ini dialami partai politik yang mampu menaikan dari posisi tumbuh.

Sejumlah parpol pernah mengalami posisi mature, seperti Golkar yang pernah pada posisi mature selama 30 tahunan. Lalu Partai Demokrat, meski hanya sesaat. PDIP pun pernah berada di posisi mature. Bahkan PKS dalam tingkat lokal di Jakartapun pernah berada di posisi ini.

Dan partai yang pernah berada di posisi mature juga sudah pernah mengalami decline atau kejenuhan publik. Hanya jedahnya yang berbeda. Ada yang puluhan tahun, dua tahun, lima tahun.

Empat siklus itu pasti dilalui oleh suatu brand, brand apapun itu, termasuk partai politik. Dan semua parpol mengalami siklus itu. Yang membedakan hanyalah jedah dari mature ke decline.

Penyebab parpol cepat pada posisi decline bisa karena internal atau faktor eksternal. Dan pada umumnya parpol yang melesat dari posisi growth ke mature dipengaruhi oleh momentum.

Dulu Partai Golkar pernah menikmati itu karena ada momentum pergantian rezim, dari orde lama ke orde baru. PDIP pun sama karena ada momentum Reformasi.

Termasuk Demokrat, adanya momentum dramatik antara Megawati dengan SBY, yang saat itu ada perselisihan diantara keduanya. Dan saya memprediksi Pemilu 2019 momentum milik Partai Gerindra.

Pemilu 2019 kali ini saya memperkirakan Gerindra akan naik ke posisi mature atau kemapanan, karena ada momentum yang sekarang yang "saham" sebagian besar dimiliki Gerindra.

Momentum dukungan publik yang cukup besar, khususnya dari middle class muslim, momentum dimana Prabowo Sandi yang merupakan kader Gerindra menjadi tokoh utama dalam Pilpres 2019.

Tetapi Gerindra pun harus mulai memikirkan bagaimana memperpanjang posisi mature agar tidak cepat ke posisi decline. Karena ketika parpol sudah berada di posisi mature maka siap siap menuju ke decline, kecuali mampu memperpanjang usia kemapanan dan itu tidak mudah, apalagi untuk brand partai politik yang dinamikanya sangat cepat.

Penulis,
Karnoto

Tidak ada komentar

Silahkan komentar dengan bahasa yang santun, Dan jika ada komentar yang berurusan dengan hukum menjadi tanggungjawab sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.