Post views: counter

Header Ads

Game Online Bisa Rusak Otak dan Mental


BANTENPERSPEKTIF.COM, PARENTING - Keberadaan teknologi selalu membawa dua sisi, yaitu positif dan negatif. Celakanya, efek negatif justru banyak yang diterima anak - anak seperti kecanduan game online. Mereka sampai lupa waktu dan permainan yang menggerakan fisik dan bersosialisasi sehingga berdampak pada mental anak.

Menurut Reza Indragiri, Psikolog sekaligus Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, bermain game online dapat memberikan stimulus negatif bagi otak. Kata dia, seperti dilansir okezone, seorang anak dapat keranjingan bermain game online dan menjadi seseorang adiktif, cara kerja otak juga tidak maksimal.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa kecanduan bermain game sebagai salah satu gangguan mental. Gangguan tersebut dinamakan gaming sorder, yaitu perilaku bermain game dengan gigih dan berulang kali sehingga menyampingkan kepentingan hidup lainnya.

Saat BantenPerspektif menanyakan kepada sejumlah anak yang sedang bermain game online di sala satu lokasi di Kota Serang, mereka mengatakan bahwa mereka bisa bermain game online selama berjam - jam.

"Terkadang pulang sekolah langsung main game, nanti malam dilanjut lagi," kata anak ini yang mengaku masih duduk di sekolah SMP. Biasanya game yang paling disukai adalah game perang - perangan. Saat ditanyakan apakah tidak dimarahi orangtua? Mereka menjawab kalau selama ini main kucing - kucingan.

"Kalau ketahuan ya dimarahin lah makanya sekarang mainnya di luar rumah, bilangnya main main ke rumah teman," akunya. Mereka mengaku setiap hari selalu main game online di gadget. Sebelum ada fasilitas di handphone mereka main di warung internet. (KNT)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.