Header Ads

21 Mei Hari Jatuhnya Soeharto, Inilah Penyebabnya



BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA - Hari ini (21 Mei) bertepatan dengan mundurnya Soeharto sebagai Presiden Indonesia sekaligus sebagai tanda berakhirnya rezim Order Baru dan dimulainya Era Reformasi. Tahukan Anda faktor apa saja yang menyebabkan Soeharto bisa dilengserkan?

Berikut ini sejumlah analisa dari para netizen yang ramai menjadi perbincangan di sosial media. Faktor pertama, krisis ekonomi atau krismon. Inilah tanda yang paling kentar menjelang detik - detiknya runtuhnya kekuasaan Soeharto yang sudah dipegang selama 32 tahun.

Ekonomi Indonesia ketika itu semaput dan tak berdaya menghadapi serangan dolar sehingga rupiahpun jebol. Pada bagian lain, utang negara cukup tinggi membuat negara sempoyongan untuk membayar utang tersebut.

Pemerintah Soeharto sebenarnya melakukan upaya, salah satunya adalah membantu bank-bank yang bermasalah. Usaha itu dilakukan dengan membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Namun ternyata upaya ini justru membuat ekonomi Indonesia nyungsep karena bank tersebut bermasalah.

Faktor kedua adalah krisis politik. Inilah yang paling disorot oleh publik, terutama para aktivis dimana Soeharto mengekang kebebasan rakyat untuk berpendapat dan mengeluarkan pendapat di muka umum.

Sejumlah aktivis yang kritis terhadap pemerintah ketika itu ditangkap, dikriminalisasi dan disangkakan sehingga membuat perlawanan rakyat semakin kencang. Akibatnya pertahanan Soehartopun bisa dijebol dan runtuh.

Faktor ketiga adalah Krisis Hukum dan Kepercayaan, dimana hukum tidak ditegakan sebagaimana mestinya. Hukum hanya berlaku untuk kalangan tertentu sehingga berdampak terhadap kepercayaan publik melemah dan drop. Tekanan rakyatpun semakin kencang dan menghempas kekuasaan Seoharto.

Tepat 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden Indonesia dan digantikan BJ Habibie lalu Gusdur. Era reformasipun bergulir sampai sekarang dan kini memasuki usia 20 tahunan, apakah Indonesia akan kembali mengalami kemunduran demokrasi seperti yang pernah terjadi pada era Soeharto atau mengalami kemajuan. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.