Header Ads

22 Mei Hari Menegangkan Sekaligus Menentukan


BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA -  Indonesia kembali akan membuat momentum sejarah pada Rabu 22 Mei 2019, dimana hari itu adalah pengumuman siapa Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tak hanya itu, 22 Mei juga bertepatan dengan 17 Ramadhan yang merupakan hari Nuzulul Qur'an, sebuah haru istimewa dalam Bulan Ramadhan. Tak hanya itu, bahkan seorang netizen bernama Adi Sucipto mengatakan bahwa 22 Mei merupakan HUT Partai Komunis Indonesia (PKI).

Karena dinilai hoax Adi Sucipto pun ditangkap oleh pihak kepolisian. Seperti dilansir VivaCOID, aparat menangkap Iwan Adi Sucipto di rumahnya di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pukul 01.30 WIB, Senin, 13 Mei 2019.

Informasi yang beredar di sosial media, pada 22 Mei nanti relawan Prabowo Sandi akan turun ke jalan. Tak hanya relawan Prabowo dari organ pemenangan, masih informasi yang beredar di sosial media para alumni 212 pun akan ikut terjun ke lapangan.

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari kubu Prabowo Sandi dan Alumni 212 jumlah massa yang akan diturunkan pada Rabu 22 Mei 2019. Kabar bahwa akan adanya aksi massa pun sudah menyebar di sosial media. Bahkan direncanakan massa akan terjun ke lapangan sejak Selasa 21 Mei 2019.

Ustadz Bachtiar Natsir Ke Arab, Egy Sujana Ditangkap
Pada bagian lain dua tokoh pendukung Prabowo Sandi ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian dengan kasus berbeda. Ustaddz Bachtiar Natsir disangkakan kasus pencucuian uang atas dana yang dihimpum umat Muslim pada Aksi 212.

Penetapan ini dinilai oleh Natsir bentuk kriminalisasi karena kasusnya sudah ramai sejak tahun 2017 dan penetapannya dilakukan pasca adanya Ijtima Ulama Ketiga. Selain itu, Prabowo Subianto sendiri menegaskan bahwa tak ditemukan tindakan pidana terhadap Ustadz Bachtiar Natsir. Tak hanya itu, Natsir merupakan salah satu ulama yang vokal memberikan kriitk pedas terhadap pemerintah Jokowi.

Beredar informasi, Natsir saat ini berada di Arab Saudi memenuhi sebuah undangan acara Internasional. Belum diketahui, sampai kapan Natsir berada di Arab Saudi. Sekadar mengingatkan, Habib Rizieq Sihab lebih dulu tinggal di Arab Saudi pasca ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Egy Sujana, pendukung Badan Pemenangan Prabowo Sandi sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) juga ditetapkan tersangka atas kasus makar. Bahkan informasi terkini, Egy sudah ditangkap oleh polisi.

Pihak kepolisian tidak bergeming kendati tudingan bahwa perlakukan tersebut tidak adil. Mereka beralasan telah memilih bukti kuat atas penetapan tersangka dua tokoh pendukung Prabowo Sandi tersebut. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.