Post views: counter

Header Ads

Anies Pilih Gembira Bersama Pegawai, Zulkifliemansyah Gembira Bersama Ganjar Dkk


BANTENPERSPEKTIF.COM, BOGOR - Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta memilih untuk tidak hadir pada acara pertemuan kepala daerah di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat. Ia memilih bergembira bersama pegawai Pemprov DKI atas prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan Pemprov DKI.

Pada bagian lain, Zulkifliemansyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih bergembira bersama Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan sejumlah kepala daerah yang notebene adalah pendukung Jokowi - Amin.

Netizen pun memuji sikap Anies yang tidak menghadiri acara tersebut, karena hasil dari pertemuan tersebut pun tidak membahas masalah krusial yaitu kecurangan dan kejanggan Pemilu 2019 padahal hal inilah yang selama ini menjadi tandatanya besar kubu Prabowo-Sandi.

Seperti dilansir VivaCOID, acara pertemuan para kepala daerah ini diinisiasi oleh Walikota Bogor Bima Aria yang tak lain adalah pendukung Jokowi - Amin. Menurut berita, acara ini bermaksud meredam ketegangan pasca Pemilu 2019 terutama persoalan pilpres. Belum diketahui, hasil dari pertemuan tersebut apakah hanya sekadar pertemuan atau ada rekomendasi.

Bima Aria mengatakan bahwa Anies semula oke, tetapi menjelang sore Aneis mengatakan kalau dirinya berhalangan hadir karena harus merayakan prestasi WTP bersama para pegawai Pemprov DKI Jakarta.

Selain Bima Aria, hadir pula Walikota Tangerang Selatan Airin Rahcmi Diany, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil termasuk AHY dan Yeni Wahid. Dalam foto yang beredar di sosial media, mereka terlihat gembira.

Bawaslu Nyatakan KPU Terbukti Salah
Sementara itu pada bagian lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memutuskan secara resmi bahwa KPU bersalah terkait Situng dan Quick Qount. Bawaslu RI menilai KPU RI telah melanggar prosedur terkait entri data yang dimasukan ke dalam Situng.

Selain itu, Bawaslu RI juga menilai KPU RI melanggar prosedur terkait pendaftaran dan pelaporan lembaga survei. Seperti diketahui, quick qount sejumlah lembaga survei dipertanyakan oleh kubu 02. Dalam perjalanannya, quick qount dihentikan dari tayangan media setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta kepada televisi untuk menghentikan tayangan quic qount. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.