Header Ads

Pelajaran Hidup dari Pejabat BUMD Tangsel


Siang itu saya dikejutkan sapaan seseorang yang tidak asing. Ya, terkejut senang sepertia menemukan barang berharga di jalan gitu.

Karena tidak menyangka dan sudah lama tak bersua. Bagaimana tidak ? Bisa bertemu dengan orang penting. Kegiatannya berjibun dan memiliki amanah besar di beberapa organisasi dan perusahaan.

Saya kadang diminta menjadi MC plus plus (master of ceremony ngrangkep stand up comedy pun tak jarang diminta disisisipi sesi motivasi).

Komunitas tempatnya bergabung, acapkali menggunakan jasa saya. "Loh, Mas.. kok disini?" sapanya saat ketemu di serambi masjid. Ia pun tampak tak menyangka pertemuan itu.

“He, he, saya kan sehari-hari resminya nguli disini”, seloroh saya tersipu sembari menjabat erat tangannya.

“Bapak mau ada rapat di sini ?" tmpal saya tidak sabar. Maklum masjid tempat kami sholat dhuhur berjamaah satu kompleks dengan gedung perkantoran di daerah Cilandak.

“Nggak sih, tadi lewat saat mau ke Pasar Minggu, pas dengar adzan. Ingat kalau ada masjid di area ini. Jadi langsung belok”, jawabnya  singkat sembari minta maaf tidak bisa ngobrol lama.

Iapun izin meneruskan perjalanan agar dapat hadir tepat waktu. Masya Allah. Siang itu saya mendapatkan pelajaran baru lagi. Orang sibuk.

Seorang pejabat punya penting, tapi ketika ada panggilan sholat, ia menghentikan aktivitas dunia dan langsung sholat berjamaah di masjid dan di awal waktu.

Yang membuat saya salut adalah ia menunaikan shalat berjamaah di masjid dan diawal waktu.

Apa yang ia lakukan secara konsisten adalah satu dari kebiasaan yang ingin saya tanamkan. Utamanya bagi saya dan juga bagi keluarga saya, termasuk tim saya.

Kenapa? Ternyata keutamaannya dahsyat.
Shalat di awal waktu secara berjamaah disebut sebagai amalan yang paling utama.

Bahkan, menurut riwayat Ibnu Mas'ud, keutamaannya melebihi jihad dan berbakti kepada orang tua.

Keutamaan ini ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. Jelas banget manfaatnya, salah satunya adalah membangun kedisiplinan. Peduli akan pentingnya waktu.

Terima kasih Pak Ruhamaben atas pelajaran hari ini. Lalu siapakah Ruhama? Ia adalah Direktur Keuangan, Holding BUMD Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Ia juga salah satu Dewan Pengawas Rumah Sakit Bhineka Bhakti Husada, Pondok Cabe. Tangan dinginnya juga turut membesarkan Sekolah Islam Terpadu Al Hikmah.

Bang Haji Rama, demikian sapaan akrab lainnya. Ia juga pengelola Biro Bimbingan Haji dan Umroh Darunnisa. Sekali lagi terima kasih Pak atas pelajaranya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.