Post views: counter

Header Ads

Pemerintah Naikan Tarif Tol, Fraksi PKS Protes Keras



BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang menaikan tarif tol pada Lebaran 2019 diprotes parlemen, salah satunya adalah Fraksi PKS. Menurut mereka, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

"Saya, Sigit Sosiantomo sebagai wakil ketua Komisi V sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang menyetujui kenaikan tarif tol yang meroket ini. Sangat membebani masyarakat. Apalagi tanpa sosialisasi, bahkan saat raker persiapan mudik lebaran lalu,kami tidak diberitahu," kata Sigit Sosiantomo seperti dirilis Fraksi PKS.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan tarif tol, salah satunya adalah Tol Trans Jawa. Diketahui, tarif Tol Merak - Probolinggo sebesar Rp 775.500, Merak - Cirebonvia GT Kanci sebesar Rp 192.000, Merak - Cirebon via GT Palimanan Rp 180.000.

Sedangkan tarif tol Merak - Semarang sebesar Rp 397.500, Merak - Solo Rp 474.500, Merak - Surabaya sebesar Rp 723.500 dan Merak - Pasuruan sebesar Rp 775.500. Kenaikan tarif tol tersebut teranyata tidak diketahui oleh masyarakat.

Seperti dilansir PikiranRakyat, sejumlah penumpang  baru mengetahui tarif dari gerbang tol Karawang Timur mencapai Rp15.000 hingga Rp22.500. Padahal, mereka biasanya hanya membayar Rp4.000 saja.

"Sudah mahal, macet lagi. Supir-supir pada mengeluh. Jalan alternatif pantura pasti ramai lagi gara-gara tarif tol naik. Pak Jokowi tolong dengarkan kami, saya cuma rakyat kecil," kata salah seorang supir yang tidak menyebutkan namanya.

Sumber | Diolah Dari Berbagai Sumber
Foto | Fraksi PKS

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.