Header Ads

Tujuh Kecurangan yang Diungkap BPN Prabowo Sandi


BANTENPERSPEKTIF.COM, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi mengungkapkan tujuh kecurangan Pemilu Presiden 2019. Ketujuh kecurangan itu diungkapkan terbuka pada acara pertemuan "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Ketujuh kecurangan tersebut yaitu pelanggaran pemilu, banyaknya warga yang punya hak pilih tetapi tidak mendapatkan undangan, ketidak profesionalan penyelenggara pemilu dan netralitas kepolisian, DPT bermasalah, penghitungan suara, kecurangan pencoblosan, input data dan pelanggaran kampanye.

Dari kesekian kecurangan yang diekspos, ada beberapa dugaan kecurangan yang paling mendapatkan perhatian penuh dari BPN Prabowo Sandi, yaitu kecurangan pemilu dimana terdapat temuan kotak suara yang tidak digembok, kotak suara berbahan kardus, input data yang sering salah dan terakhir terkait netralitas polisi termasuk kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ekspos tujuh kecurangan itu melibatkan sejumlah pakar termasuk pakar IT dari Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Hadir dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh dari kubu BPN Prabowo Sandi, baik dari partai koalisi maupun dari organ lain.

Sejumlah nama yang hadir diantaranya Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ustadz Salim Segaf Al Jufri (Ketua Majelis Syuro PKS), Tietiek Soeharto, Jenderal Joko Santoso (mantan Panglima TNI), Amin Rais, Rizal Ramli, Rakhmawati Soekarnoputeri.

Bahkan pengamat ekonomi Irsan Noorsy pun tampak hadir pada acara tersebut. Hadir pul sebagian para relawan Prabowo Sandi dari kalangan emak - emak termasuk istri seorang jenderal yang viral karena menemukan kotak suara tanpa gembok. (DBS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.