Header Ads

PKS Mempertahankan Brand Partai Dakwah


Kalau mau jujur sebenarnya aplikasi teknis citra atau membangun brand sudah ada sejak zaman kenabian, hanya saja dulu tidak dikenal teori branding. Sebut saja peristiwa Fathu Mekah, dimana sebelum Nabi Muhammad SAW tiba di Kota Mekah ia memberikan pesan khusus melalui simbol - simbol yang ternyata efektif untuk memengaruhi kelancaran penguasaan Mekah dengan damai tanpa pertumpahan darah.

Pesan itu diantaranya membagi pasukan untuk datang dari berbagai penjuru bahkan dimalam harinya  mereka sengaja menginap dan menyalakan obor agar terlihat begitu besarnya kekuatan Nabi Muhammad SAW dan pasukannya. Inilah salah satu aktivasi branding untuk memberikan pesan kepada publik bahwa Islam telah menjadi kekuatan besar.

Dan PKS pasti tahu tentang sejarah dan kisah - kisah zaman kenabian dan khalifah yang kental dengan nuansa branding dan kinerja public relation. Banyak orang apriori dengan kata pencitraan karena saat ini menjadi ajang kebohongan yang dibenarkan, padahal sejatinya pencitraan adalah proses penguatan aktivitas seseorang atau lembaga yang memang faktanya ada.

Harus diakui suka atau tidak, PKS pun telah memberikan kontribusi terhadap Indonesia, mulai dari aktivitas sosial, parenting, pendidikan termasuk dalam politik. Meski berlabelkan partai dakwah, tetapi PKS bisa menjelaskan bahwa dakwah yang disampaikan adalah moderat.

Tampilan sejumlah kader PKS yang stylish, hadirnya politisi PKS yang mampu adaptasi dengan regulasi dan tradisi kenegaraan yang kental dengan nasionalisme, bercampurnya kader PKS dalam sosial masyarakat menjadi bagian bukti bahwa mereka bisa diterima.

Dalam perjalannya, PKS memang mencoba menyesuaikan dan adaptasi dengan brandnya sebagai partai dakwah. Beberapa kali PKS mengubah tagline sebagai langkah penyesuaiannya. Dalam catatan saya ada tagline Bersih dan Peduli, lalu ada penambahan profesional sehingga menjadi Bersih, Peduli dan Profesional.

Di era Anis Matta tagline PKS pun diganti karena situasinya sudah berubah yaitu Cinta, Kerja dan Harmoni. Tagline ini berkenaan dengan kondisi PKS yang lumayan mendapat guncangan. Dan saat ini dengan tagline Berkhidmat untuk Rakyat PKS ingin kembali menancapkan positioningnya sebagai partai dakwah, dimana basisnya memberikan manfaat sebesar - besarnya untuk masyarakat.

Aktivasi branding pun dilakukan PKS untuk menselaraskan brand baru tersebut, diantaranya selalu hadir cepat saat ada bencana alam, memberikan kritik kepada pemerintah terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat dan melakukan pendampingan.

PKS memang memiliki dua beban dan cukup berat jika dibandingkan dengan partai lainnya. Pertama beban sebagai partai politik dan kedua beban dakwah. Pada bagian lain brand PKS ini harus dipertahankan apapun kondisinya.

Kata dakwah dianggap hanya untuk mereka orang - orang suci, tidak boleh salah sehingga ketika kader PKS melakukan kesalahan sedikit saja maka pukulannya akan lebih keras karena ada beban brand PKS sebagai partai dakwah.

Oleh karena beban kata ini cukup berat maka aktivasi branding PKS pun mesti lebih ekstra, lebih humanis supaya orang tidak lagi memposisikan PKS seperti malaikat dan tidak pula seperti setan, jadi memposisikan kader PKS sebagai manusia biasa yang ingin becanda, humanis, mencintai dan dicintai, bertetangga, bermasyarakat dan menjadi apapun.

Mempertahankan brand sebagai partai dakwah harus diimbangi dengan aktivasi branding yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar agar tidak ada lagi ketakutan, kekhawatiran melainka sebaliknya masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran PKS.

Penulis,
Karnoto
Penulis Buku Speak Brand, Mantan Jurnalis Jawa Pos Group
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana, Jakarta

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.