Header Ads

Anies Baswedan Cerdas Merawat City Branding Jakarta


Tagline adalah ruh sebuah brand, brand dalam arti luas termasuk brand sebuah kota.
- Karnoto -

Kepala daerah lain di Indonesia mestinya bisa belajar dari Anies Baswedan bagaimana cara merawat brand yang direpresentasikan dalam sebuah tagline "Maju Kotanya, Bahagia Warganya", itulah tagline Anies Baswedan untuk Jakarta saat ini.

Dalam teori Komunikasi Pemasaran, ketika sebuah produk telah menancapkan tagline sebagai ruh untuk brandnya maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan aktivasi branding. Dan Anies Baswedan telah melakukan aktivasi city branding yang boleh saya katakan nyaris sempurna.

Mulai dari rumah DP 0 persen, renovasi jembatan penyeberangan orang, renovasi trotoar, diperbolehkannya becak beroperasi di kawasan tertentu, perbaikan angkutan umum dan terakhir mengajak jalan - jalan ribuan pasukan orange untuk rekreasi ke Dufan.

Itulah aktivasi city branding dalam sebuah tagline "Maju Kotanya, Bahagia Warganya". Saya sering katakan bahwa membuat tagline itu mudah, tetapi sering terjadi ketidakselarasan antara tagline dengan aktivasi branding yang dilakukan sehingga arah dan warnanya tidak jelas.

Anies Baswedan telah melakukan sebuah aktivasi city branding yang konsisten dengan tagline yang ia buat. Tak hanya melakukan aktivasi dalam bentuk hard branding, Anies juga melakukan soft branding yaitu dengan melakukan kunjungan ke sejumlah kota - kota di negara maju.

Dari sanalah Anies mendapatkan ide dan tukar fikiran dengan para pemimpin kota di dunia di negara maju untuk diterapkan di Jakarta dengan penyesuaian - penyesuaian tertentu. Mungkin Anies bukan orang Marcomm (Marketing Communication) tetapi dia telah melakukan teori - teori apa yang ada di dalam studi tersebut.

Banyak kepala daerah yang tidak mampu atau mungkin tidak paham arti dan makna sebuah tagline dalam brand sebuah kota sehingga memengaruhi arah pembangunan karena tidak ada aktivasi yang selaran dengan tagline tersebut.

Di tengah ruwetnya Kota Jakarta dan persoalan yang begitu kompleks, Anies mampu melakukan aktivasi city branding yang cakap dan konsisten sehingga tagline "Maju Kotanya, Bahagia Warganya" tidak sebatas tulisan dan slogan semata.

Kalau saya mencoba menerka apa yang ada dalam fikiran Anies Baswedan dalam tagline "Maju Kotanya, Bahagia Warganya", Anies seperti ingin mengatakan bahwa dirinya ingin kemajuan kota di Jakarta bisa membahagian warganya, bukan justru sebaliknya membuat warga Jakarta terpinggirkan, seperti orang asing bahkan tidak pernah menikmati kemajuan kota itu sendiri.

Dan Anies ingin memajukan Kota Jakarta sekaligus membahagian warganya. Konsistensi Anies merawat City Branding Jakarta yang ia buat di tengah gempuran para pencibir dan pembenci meyakinkan saya bahwa Anies memang pemimpin yang dibutuhkan Indonesia, bukan hanya di Jakarta.

Selamat Pak Anies, rawatlah terus City Branding Jakarta "Maju Kotanya, Bahagia Warganya". Biarkan orang mencibir, biarkan orang membencimu tetapi konsisten merawat city branding yang telah Anda buat dan itu cukup bagus, kelak mereka akan mengerti dan menikmati apa yang Anda lakukan.

Penulis,
Karnoto, Penulis Buku Speak Brand
WA 0859 201 290 49

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.