Header Ads

Public Relation dan Advertising


Meskipun secara teknis bukanlah bagian kerja seorang public relation, tetapi mereka harus mengerti proses dan cara kerja advertising sehingga outputnya bisa dikelola oleh seorang PR. Selain itu, ada pula advertising yang memang menjadi bagian kinerja seorang PR yaitu advertising jenis advertorial atau istilah sederhananya iklan dalam bentuk berita.

Seorang PR harus bisa memberikan masukan terkait konten iklan karena nantinya akan menjadi bahan yang akan diolah oleh seorang PR untuk dikemas dalam perspektif PR. Seorang PR harus tahu apakah advertising yang dipublish itu baru masuk tahap awarnnes, persuasif atau reminder.

Sebab ketiga jenis iklan itu memiliki karakter yang berbeda - beda meskipun saling terkait satu sama lain. Advertising yang bertujuan awarnnes atau membangun kesadaran jelas berbeda fungsi dengan advertising persuasif atau ajakan.

Jika biasanya advertising awarnnes lebih menitikberatkan kepada bagiamana membangun kesadaran publik bahwa ada produk baru, produk yang saya maksud adalah mencakup luas, bisa produk komersial, jasa, partai politik, personality seseorang, lembaga sosial maupun lembaga pendidikan.

Kontennya jelas akan berbeda dengan advertising yang sudah masuk tahap persuasif. Seorang PR, nantinya bisa menterjemahkan advertising tersebut ke dalam perspektif PR. Bisa dalam bentuk press release atau ulasan dalam bentuk artikel.

Fakta di lapangan, masih ada ketidaksinkronan antara teknis advertising dengan seorang PR sehingga advertising dan PR terkesan berjalan masing - masing, padahal mereka saling keterkaitan hanya berbeda cara menterjemahkannya.

Apalagi kalau bicara tentang media yang menjadi salurannya, ada elektronik, cetak dan online, dimana masing - masing juga memiliki karakternya. Apapun karakter medianya, advertising sejatinya tidak boleh terbawa suasana tetapi tetaplah pada target advertising yang sudah dicanangkan.

Meskipun media salurannya berbeda tetapi kalau pesan yang ingin disampaikan sama maka penerimaan publikpun akan sama pula. Disinilah seorang PR sejatinya memberikan input perihal konten kepada teknis advertising agar bisa diselaraskan.

Penulis,
Karnoto
Penulis Buku Speak Brand, Mantan Jurnalis Radar Banten (Jawa Pos Group)
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana, Jakarta

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.