Header Ads

Demokrasi di SMKN Sukoharjo Peringsewu Lampung



BANTENPERSPEKTIF.COM, LAMPUNG - SMK Negeri Sukoharjo Pringsewu menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2019-2020 dengan system pemilihan seperti Pemilihan Umum (Pemilu) Senin 16 September 2019. Kegiatan ini digelar di Meeting Room SMK Negeri Sukoharjo dengan tujuan untuk memberikan pendidikan Demokrasi dan Pengetahuan sejak dini tentang tata cara Pemilu bagi Para Siswa.

Sejumlah properti seperti Bilik Suara dan Kotak Suara tampak pada proses pemilihan ketua dan Wakil OSIS tersebut.

Sebelum mencoblos, ratusan siswa nampak mengantri untuk pencoblosan. Panitia Pelaksana  (KPPS) mengatur proses pencoblosan sehinga proses pencoblosan bisa berlangsung tertib dan lancar.  Setelah mengisi absen, para siswa mendapatkan surat suara. Isinya adalah foto Kandidat, lalu para siswa pun menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan.

Setelah mencoblos, siswa melipat surat suara seperti semula. Selanjutnya, surat suara dimasukkan ke kotak suara. Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara, KPPS memberikan tanda berupa tinta di tangan pemilih agar tidak ada pemilih yang memilih lebih dari satu kali.

Bidang Kesiswaan SMK Negeri Sukoharjo, Putra Irawan mengatakan pemilihan Ketua dan Wakil OSIS layaknya pemilu merupakan kegiatan yang pertama dilakukan. Tujuannya memberikan pendidikan Demokrasi dan mengenalkan Siswa-siswi sejak dini tentang tahapan-tahapan pemilu.

“Kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil OSIS diawali dengan kegiatan Latihan Dasar Kepempinan (LDK), penjaringan Calon, Seleksi, Pemaparan Visi dan Misi dan Proses Pemilihan”. Sekolah berharap dengan tahapan yang sudah dilakukan, menjadi Bekal yang positif bagi Calon Ketua dan Wakil OSIS yang terpilih untuk menyusun Program kerja dalam rangka mewujukan  Visi Sekolah “Menjadi SMK Unggul dan SIAP (Santun, Inovatif, Agamis dan Produktif)” Kata Putra Irawan.

Sementara itu, Marsiyati (Guru PKn) menambahkan, “melalui pemilihan ini maka semua siswa akan terlibat dalam demokrasi tingkat sekolah. Harapannya ke depan siswa-siswi dapat memahami proses demokrasi yang ada di Negara”, tutupnya. (JO/Pi)








Diberdayakan oleh Blogger.