Header Ads

Litbang Kompas Bongkar Lonjakan Suara PKS



BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL  Lonjakan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2019 lalu mendapatkan apresiasi dari media nasional Kompas. Ulasan berjudul "Buah Kesetiaan Politik PKS" itu memuat sejumlah data suara PKS.

Menurut Kompas, salah satu prestasi PKS pada Pemilu 2019 adalah karena PKS memiliki corak partai dengan kekuatan ideologi dan soliditas kader partai yang teruji. Seperti diketahui, sejak awal PKS menempatkan diri sebagai partai dakwah dengan ideologi Islam.

Perjalanan PKS sebagai partai Islam pun tak mulus karena harus menghadapi berbagai tribulensi, mulai dari camaign negatif partai radikal bahkan distigmasiasi sebagai partai anti bhineka.

Tak hanya dari luar, diinternal pun PKS menghadapi ujian dengan sejumlah konflik, mulai dari tudingan pemecatan terhadap sejumlah kader yang dinilai tidak profesional hingga isu penyitaan aset partai.

Meski dihadakan pada sejumlah masalah, PKS faktanya bisa keluar dari kemelut itu dan mendapatkan perolehan suara yang berarti ditengah adanya krisis kepercayaan publik terhadap partai politik.

Menanggapi ulasan Kompas ini, Budi Prajogo, politisi PKS Propinsi Banten sekaligus Wakil Ketua DPRD Propinsi Banten mengatakan bahwa ulasan itu masih ada yang kurang, yaitu adanya tingkat partisipasi pemilih milenial yang dinilai terlalu kecil.

Ketua DPW PKS Banten, Mitpahudin mengatakan bahwa lonjakan suara PKS secara nasional salah satunya berasal dari Banten. "Secara umum suara kami di Banten naik signifikan," kata Miptah.

Seperti diketahui, PKS Banten dibawah kepemimpinan Miptah tergolong sukses karena suaranya naik drastis. Pada tingkat propinsi PKS telah menggeser kursi pimpinan DPRD  yang semula diduduki partai lain kini diambilalih oleh PKS. Bukan hanya tingkat propinsi, ditingkat kabupaten dan kota pun suara PKS naik drastis.

Penelusuran BantenPerspektif saat musim pemilu 2019, PKS Banten merupakan salah satu partai politik yang paling rajin menggelar aksi sosial, seperti pengiriman bantuan pada musibah tsunami di Kabupaten Pandeglang.(KNT)

Diberdayakan oleh Blogger.