Header Ads

Stop Aksi Premanisme Terhadap Wartawan



Kekerasan fisik, teror mental, dan intimidasi seolah tak ada habisnya dialami oleh para jurnalis. Kali ini pelakunya adalah oknum dari segerombolan massa Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan. Sedangkan korbannya, Eka Huda Rizky (20), merupakan jurnalis media daring Kabar6.com.

Kronologis kejadian ;
Sekira pukul 14.30 WIB, seperti biasa Eka tengah berada di pelataran masjid di area Puspemkot Tangsel memantau info peliputan. Tiba-tiba datang melalui gerbang masuk, segerombolan massa Ormas FBR berkendara mobil dan sepeda motor, jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan orang.

Mereka meringsek masuk dan berkumpul mengarah tepat di loby utama gedung Puspemkot. Spontan naluri jurnalisme Eka muncul, dia bergegas menghampiri  guna mengetahui apa yang terjadi. Tak lupa, Eka lebih dulu mengalungkan ID Card pengenal di lehernya.

Begitu tiba di area loby Puspemkot, Eka bermaksud mendokumentasikan kumpulan massa FBR yang terus berteriak-teriak sambil melontarkan kata-kata kasar. Seketika beberapa oknum massa itu memiting lehernya, sebagian lagi menarik paksa tangannya yang tengah memegang handphone.

Meski telah menyebut dirinya wartawan, oknum Ormas anarkis itu terus menyeret Eka hingga belasan meter menjauhi area loby Puspemkot. Bahkan mereka mengintimidasi pula, agar Eka menghapus semua foto. Karena tak mau ambil resiko lebih berat, Eka terpaksa menuruti.

Atas praktik kekerasan dan intimidasi itu, maka kami seluruh komunitas wartawan di Tangerang Selatan menyatakan sikap :

1. MENGUTUK KERAS KEKERASAN DALAM BENTUK APAPUN, OLEH SIAPAPUN, TERHADAP TUGAS-TUGAS JURNALIS SAAT PELIPUTAN !!!

2. MENDESAK PIHAK KEPOLISIAN AGAR BERANI MENGUSUT KEKERASAN DAN INTIMIDASI OLEH OKNUM MASSA ORMAS FBR DI AREA PUSPEMKOT TANGSEL.

3. MENYERUKAN KEPADA SELURUH WARTAWAN YANG TERGABUNG DALAM AJI, PWI, IJTI, MEMBERIKAN DUKUNGAN UNTUK PENGUSUTAN PRAKTIK KEKERASAN DAN INTIMIDASI INI.

____________
____________

PERNYATAAN SIKAP AWDI

Kami Keluarga Besar AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia)

Menyatakan dengan Tegas.
1. Mengutuk Keras Tindakan Arogansi Oknum Ormas atas Kinerja Jurnalistik yang berakibat adanya kerugian baik morik maupun materiil terhadap Wartawan yang sedang melaksanakan Tugas Liputan Pemberitaan.

2. Menuntut kepada Pihak Kepolisian untuk melakukan Pengusutan secara Tuntas sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

3. Menyerukan kepada pihak ORMAS untuk segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf dihadapan publik dalam bentuk KONFERENSI PERS sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kerukunan Nasional.

Demikian pernyataan organisasi ini, untuk kemudian akan kami sebarkan melalui seluruh jaringan AWDI di wilayah Republik Indonesia.

TTD
Budi Wahyudin (Ketua Umum)
Ali Nasrullah (Sekjen DPP AWDI)
Powered by Blogger.