Header Ads

Usai Subuh, Relawan PKS Evakuasi Jabang Bayi

Rate this News:
{[['']]}

BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA TANGERANG - Suasana masih gelap pekat meski Subuh mulai menyapa, tulang seperti ditusuk jarum karena dinginnya cuaca pagi itu. Para relawan PKS mulai merayap ke pojok - pojok perumahan untuk memastikan apakah ada warga yang tersandra oleh kepungan banjir yang terjadi Rabu (1/1/2020).

Pagi itu  sepi dari nyanyian burung, tak ada angin tertawa karena semua berganti nestapa akibat banjir yang datang tiba - tiba. Dengan bisikan Lillahita'ala, para relawan PKS pun menyusuri diantara genangan air yang berwarna kecokelatan, mulai dari Komplek Pondok Lakah, Puri Kartika, Wisma Tajur hingga Duren Villa di Kecamatan Cilegug, Kota Tangerang, Propinsi Banten. Satu demi satu rumah ditatap para relawan apakah ada warga yang harus diselamatkan dari dalam rumah.

Terdengar gemuruh air lumayan keras menandakan derasnya banjir pagi itu. Tanpa alas kaki, para relawan terus melangkah menyusuri rumah komplek. Jari - jari kaki mereka mulai kaku dan kulitnya mengkeriput akibat menahan airnya yang dingin.

Sampai disuatu rumah bertingkat, langkah kaki para relawan terhenti karena melihat dan mendengar sesuatu yang mencurigakan. Para relawan pun memastikan isi rumah tersebut dan benar saja, seorang bayi yang baru dilahirkan beserta ibunya tersandara di rumah tingkat tersebut, tepatnya di lantai dua. Tak mau buang - buang waktu, para relawan pun langsung melakukan proses evakuasi bayi dan wanita tersebut.

Bayi dan Ibunya tersebut ditemukan para relawan PKS di Komplek Perumahan Puri Kartika Baru, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Rumah wanita ini dikepung banjir hingga ketinggian dua meter. Wanita yang baru melahirkan beberapa hari ini pun langsung dievakuasi relawan PKS dengan segala tenaga yang ada.

"Tenang Bu ya, Insya Allah kami bantu. Ibu yang tenang," kata seorang relawan untuk menenangkan sang wanita. Dalam situasi bencana apapun keadaanya memang harus tetap tenang. Proses evakuasi memang tak mudah ditengah kepungan air setinggi dua meter, apalagi posisi wanita dan bayinya tersebut berada di lantai dua.

Namun para relawan tak mau kehilangan akal. "Pantang pulang sebelum bisa menyelamatkan korban," kira - kira begitulah pedoman para relawan PKS ketika berada di lokasi bencana dan menemukan warga yang harus ditolong. Dengan dibantu warga setempat, relawan naik ke lantai dua rumah tersebut melalui atap rumah tengganya.

Tak mudah untuk memanjat rumah bertingkat di tengah suasana banjir. Selain licin, juga berisiko tersengat listrik karena banyaknya kabel listrik di atap rumah warga. Kaos cokelat bertuliskan Kepanduan menjadi saksi tentang kegigihan relawan PKS untuk menyelamatkan si jabang bayi dan ibunya tersebut.

Satu persatu wanita dan bayi tersebut dievakuasi relawan untuk kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman. "Alhamdulillah, proses evakuasipun berjalan lancar dan wanita serta bayinya kini berada ditempat yang aman," kata Ketua DPC PKS Ciledug, Karjo. Menurut Karjo, pihaknya menerjunkan tim evakuasi sejak  Rabu, 01/01/2019 pagi usai Shalat Subuh.



"Banjir mulai naik Rabu setelah shalat shubuh di beberapa titik yakni di Pondok Lakah, Puri Kartika, Wisma Tajur dan Duren Villa", pungkas Karjo.

"Pada Rabu kami meng-evakuasi seorang ibu dan bayi yang baru dilahirkan, saat mengungsi di lantai 2 rumahnya, kawasan Puri Kartika Baru, dengan kedalaman air lebih dari dua meter dari atap rumah", paparnya.

Selain upaya evakuasi terhadap ibu dan bayi yang baru lahir, tim PKS DPC Ciledug juga mengevakuasi lansia ke tempat yang lebih aman serta membagikan logistik berupa makan dan minum untuk dewasa dan anak-anak, serta alat kebersihan kepada para korban banjir.

"Sejumlah logistik berupa makanan siap saji dan minuman, kami distribusikan ke empat titik banjir di daerah Ciledug seperti Puri Kartika Baru, Puri Kartika Lama, Kampung Duku dan Griya Kencana 2", tutup Karjo. (RLS)

Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.