Header Ads

Mengenal Masrori, Bakal Calon Bupati Serang dari PAN

Rate this News:
{[['']]}

BANTENPERSPEKTIF.COM, SOSOK -  Masrori, Bakal Calon Bupati Serang dari Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki gen sebagai keluarga aktivis pergerakan.

Hal ini diketahui Masrori dari kisah kakeknya yang ia dapatkan dari sang Ayah. Menurut penuturan sang Ayah,  dulu di zaman kemerdekaan adalah salah satu yang ikut andil dalam kemerdekaan.

Masrori adalah salah satu putra dari seorang guru SD,  A. Tohiri Zakaria  dan dari seorang ibu rumah tangga biasa, Ibu Masduri (Alm.).

Cerita dari sang Ayah, kakenya adalah salah satu orang yang aktif dipergerakan sebelum masa kemerdekaan, Ayahnya pernah cerita bahwa dulu kakeknya pernah hidup berpindah - pindah dari daerah satu ke daerah lain.

Bahkan pernah dibuang ke Digul dan pernah punya istri lagi di Sumatera Barat. Dan yang membuat bangga sekaligus inspirasi bagi Masrori pernah Ayahnya cerita bahwa kakeknya dimasa pergerakan itu pernah dipanggil paksa bahkan dipopor senjata berkali-kalI dan buku-bukunya pun dibakar dalam satu peti.

"Kalau cerita dari Ayah saya memang keturunan aktivis, jadi mungkin itulah kenapa sekarang saya aktif dipergerakan," kata Masrori.

Lebih lanjut Masrori menceritakan, setelah masa kemerdekaan, kakeknya mendapat perhatian dari pemerintah entah dalam bentuk apa, bahkan dulu orang tuanya dan Masrori punya kartu sebagai anggota Putra Putri Perintis Kemerdekaan, (sekarang kartu keanggotaan itu hilang).

Mungkin dari cerita-cerita Ayahnya tentang pergulatan dan aktifitas sang kakek dan bacaan buku-buku itulah Masrori kecil mungkin termotivasi dan terekam dalam memorinya untuk berminat didunia aktifis, dunia politik kelak dewasa.

Masrori sendiri lahir di Kampung Belokang Pasar, Desa Balekambang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang tahun 1974 silam.


Pendidikan Masrori
Masrori menamatkan Sekolah SDN Talun I dan Madrasah Ibtida'iyah Mathlaul Anwar Belokang. Masrori dan lulus tahun 1987.

Tamat sekolah dasar, Masrori masuk ke SMP N 1 Mancak tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat sekolah di SMP N 1 Mancak ini Masrori harus menempuh jalan kaki sepajang 10 KM pulang pergi dari rumahnya ke sekolah bersama teman-teman sekampungnya.

Tak hanya itu, tidak jarang Masrori berangkat dan pulang harus melalui jalan lewat hutan atau kebun serta area persawahan.

Bahkan Masrori harus menyebrang kali. "Waktu itu belum ada jembatan Kali Lengkong seperti saat sekarang ini, bahkan lampu listrik pun belum ada saat itu," kenang Masroi.

Usai lulus SMP N 1 tahun 1999, Masrori melanjutkan sekolah ke SMA Negeri Anyer dan lulus tahun 1993. Saat di SMA inilah Masrori mulai belajar mengenal dunia luar dan berpisah dari keluarganya karena kost di Anyer.

Seperti kebanyakan anak SMA lainya, pertama masuk SMA Masrori pun mulai menyesuaikan diri baik dalam pergaulan dan pertemanan termasuk dalam belajar, Masrori tergolong siswa yang tidak pintar juga tidaklah bodo-bodo amat bahkan pernah juga prestasi belajar masuk dua besar dikelasnya.

Masrori berasak dari keluarga sederhana dan biasa saja dari kampungnya.  sampai sekarang Dia merasa bangga berasal dari desa.

"Saya berfikir orang kampung dan desa juga bisa bersaing dengan orang kota jika kita sungguh-sungguh dan. kerja keras," ktanya.

Usai lulus SMA Negri di Anyer tahun 1993, Masrori berfikir keras berkeinginan untuk melanjutkan kuliah saat itu, keinginan kuatnya dalam mengejar pendidikan itu amatlah tinggi.

Masrori punya pmcerita sejak kecil diusianya  dan awal-awal SMP sepulang sekolah Dia sering mencuri pinjam buku-buku bacaan perjuangan dari tokoh-tokoh masa pergerakan pra kemerdekaan seperti mulai dari Soekarno, Abdul Muiz, Jenderal Sudirman dll, uniknya buku-buku itu dia dapatkan diam-diam dari rumah buyutnya, kemungkinan buku itu milik kaka Ibunya sendiri yang kebetulan juga adalah seorang guru.

Selepas SMA Keinginan kuliah Di Bandung (Unpad) dan Semarang (UNDIP). "Saat itu harus diterimanya dengan sabar karena belum beruntung dan gagal masuk ke UNDIP." kata Masrori.

GagaL ke UNDIP, Masrori tak patah semangat kuliah dab akhirnya ikut seleksi di Politeknik Universitas  Lampung (UNILA) dan akhirnya diterima kuliah.

Tahun 1993, Masrori lulus D3 dan langsung melanjutkan studi S11 di kampusa yang sama.

Saat kuliahzMasrori harus sempet cuti kuliah dan harus belajar mandiri karena orang tuanya di Kampung kadang harus alami pasang surut dan tinggalpun harus ikut sama teman-temanya atau di sekretariat beberapa organisasi yang dia ikuti dan aktif. Bahkan lumayan lama aktif diluar kampus terjun disosial kemasyarakatan baik dalam hal pendampingan dan advokasi petani maupun nelayan di Lampung.


Menjadi Aktivis
Ia juga aktif mengikuti proses-proses pendampingan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan di pulau-pulau kecil di Lampung, bahkan melebir dan tinggal bersama masyarakat pulau berbulan-bulan mengorganisir petani atau nelayan saat masih kuliahnya.

Sepulang dari Lampung Masrori muda juga pernah aktif di Cilegon dan di beberapa kecamatan di Serang termasuk di Mancak sebagai daerah kelahiranya untuk bersama-sama dengan kaum muda melakukan hal-hal yg lebih banyak soal organisasi masyarakat, maupun terlibat langsung maupun dalam hal-hal kepentingan orang banyak, termasuk turut aktif melahirkan organisasi kedaerahan di Formaseb ( Forum Masyarakat Serang Barat), juga pernah aktif di beberapa organisasi kepemudaan dan kemasyarakata lainya di Serang.

Sebelum menjandi kepala desa Masrori beberapa tahun pernah bergabung dan bekerja di konsultan pada program pemberdaan masyarakat khususnya Program Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan ( P2KP), hal ini Dia minati karena sesuai dengan dunia aktifitasnya dahulu.Bekerja di Konsultn Managemen Wialayah P2KP Propinsi Banten, beberapa tahun kemudian menikah tahun 2005.



Selang beberapa bulan kemudia bekerja, Masrori Muda diminta warga masyarakat untuk mencalonkan diri menjadi kepala desa di Balekambang Mancak, dengan bismillah saat itu Masrori termotivasi karena dorongan dan permintaan warga, maka diajukan undur diri dari pekerjaanya dan maju menjadi calon kades dan terpilih dilantik tahun 2007.

Tidak selesai disitu, berlat kerjasama semua pihak saat itu tahun 2008 Alhamdulillah desa Balekambanv menjadi juara I Tingkat Kabupaten Serang dan Juara Ketiga tingkat Propinsi Banten pada kegiatan lomba desa dengan beberapa bidang ya dinilai.

Tahun 2009, Masrori muda mengundurkan diri dari Kepala Desa dan maju nyaleg di DPRD Kabupaten Serang dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) dari Partai PAN. Selain masih mejadi anggota DPRD, benerapa tahun kemudian Dia terpilih menjadi Ketua DPW BM PAN Banten, dan tahun tahun 2015 sampai saat ini Masrori terpilih menjadi Ketua DPW PAN Banten.

Tahun 2020 inilah Masrori Bismillah maju memberanikan diri untuk menalonkan diro sebagai Cabup Serang. Dari proses perjalanan panjang karier politik dengan segala keterbatasan dan pengalamanya, Masrori sejak dulu optimis dan bekerja keras bahwa siapapun bisa berbuat untuk kemajuan orang banyak, dan bermanfaat untuk orang banyak.

Baginya politik adalah sarana perjuangan dan sarana untuk berbuat baik, dan kekuasaan itu adalah amanah yang seharusnya digubakan untuk sebesar-besar bagi dikesejahteraan rakyat. Demikian sepintas perjalanan seorang Masrori, semoga Manfaat semoga menginspirasi buat semua sahabat muda. (ADV)

Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.