Header Ads

Pria Berpoligami, Wanita Berbagi itu Ilmiah



BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL- Menjelang masa berakhirnya kesuburan sejatinya para wanita merelakan untuk berbagai dengan wanita lain alias poligami. Sebab, selain kondisi fisik yang sudah tidak sekuat dulu, wanita yang mendekati menopause juga akan berkurang hormon estrogen dan progesteron.

"Dulu sebelum mendekati menopause hormon progestoren yang dimiliki wanita membuat panggul menjadi kuat sehingga bisa melayani suami dengan optimal. Namun pada usia menjelas menopause maka hormonnya akan berkurang bahkan nantinya habis sehingga mengurangi kekuatan panggul seorang wanita," terang dokter ini dalam sebuah seminar yang beredar di sosial media.

Dijelaskan Aisah Dahlan, hormon progesteron yang dimilki wanita berfungsi untuk memanggul beban janin termasuk melayani suami. "Wanita yang berusia kepala 4 jangankan hamil lagi, jangankan melayani suami naik tangga saja sudah ngos - ngosan," kata Aisah Dahlan.

Ditambahkan Aisah, ini berbeda dengan hormon yang dimiliki seorang laki - laki yang tidak akan pernah hilang meskipun usianya sudah tua. Oleh karena, hasrat seksual seorang laki - laki pun akan tetap ada sampai kapanpun.

"Seorang perempuan saat sebelum menopause bisa melayani sang suami tiga hari sekali, namun mendekati menopause jangankan tiga hari sekali paling kuat tiga minggu sekali," terang Aisah. Ia sendiripun akhirnya bisa memahami hal tersebut.

Aisah mengaku kesadaran itu benar - benar berdasarkan kajian ilmiah tentang ilmu yang ia tekuni. Sebelumnya ia tidak mengetahui secara ilmiah mengapa laki - laki diperbolehkan poligami. "Jika seorang istri sudah tidak sanggup lagi melayani suami tiga hari sekali maka jalan keluarnya harus rela berbagi," terang Aisah.



Aisah pun memuji syariat Islam dimana memperbolehkan laki - laki melakukan poligami. "Syariat Islam itu keren banget, siapapun itu yang bilang anti poligami itu bodoh banget," katanya. Meski demikian, Aisah mengatakan bahwa kendati diperbolehkan untuk poligami, seorang laki - laki sejatinya mengambil istri yang usianya tidak lebih muda dari istri pertamanya.

"Supaya apa? Supaya bisa adil karena bisa mendapatkan giliran semua istrinya. Kalau istri kedua dan seterusnya lebih muda maka istri yang tua ada kecenderungan tidak mendapatkan haknya sebagai seorang istri untuk berhubungan intim," katanya.(DBS)

No comments

Powered by Blogger.