Header Ads

Berkunjung ke Museum Multatuli Rangkasbitung



BANTENPERSPEKTIF.COM, KAB.LEBAK - Pecinta museum sudah tahu belum nih, kalau di Kabupaten Rangkasbitung terdapat sebuah museum yang unik banget. Namanya Museum Multatuli.

Bila museum lain fokus pada artefak-artefak yang ditampilkan, lain halnya dengan konsep di Museum Multatuli tersebut.

Museum Multatuli ini merupakan suatu museum spesifik yang menceritakan mengenai sejarah penjajahan yang pernah dilakukan di wilayah Banten khususnya yang dialami masyarakat Lebak.

Multatuli atau Edward Dowis Dekker begitu nama aslinya, merupakan salah satu tokoh Belanda penolak kolonialisme yang berani menuangkan ide dan pandangan-pandangannya mengenai kekejaman penjajah terhadap peribumi melalui karya-karyanya yang kemudian dikenal dengan novel 'Max Havelaar'

Oke, sama seperti museum lainnya yang menapaki jejak sejarah, lalu apanya yang unik?

Ini nih yang unik,
Dari awal masuk area museumnya saja sudah beda banget loh. Pengunjung berjalan di bawah jajaran kayu-kayu yang membentuk sisi segitiga seolah itu adalah atap rumah.

Terdapat pula beberapa spot foto yang terbilang 'instagramable' sehingga tak jarang orang-orang memanfaatkan spot tersebut untuk mengabadikan gambar mereka.


Untuk warna gedung sama seperti kebanyakan museum yakni putih dihiasi jendela-jendela besar dari kayu yang membuatnya tampak lebih klasik.

Nah, setelah masuk ruang museumnya maka mata kita akan dimanjakan oleh pertunjukan audio visual yang menarik.

Walaupun area di dalamnya tidak begitu luas namun desain bangunannya sangat unik dan menyenangkan. Hingga terlontar kata-kata dari salah satu pengunjung yang mengungkapkan kekaguman konsep Museum Multatuli tersebut "Museum Rasa Galeri Seni".

Untuk masuk museumnya tidak dikenakan biaya alias gratis loh...
So, jika kalian pecinta museum dan sejarah jangan lupa untuk menjadikan Museum Multatuli ini sebagai salah satu destinasi tempat yang wajib masuk daftar kunjungan kalian berikutnya.
Salam jas merah!

Penulis : Tiara Permatasari
Foto :Tiara Permatasari
Editor :Karnoto


No comments

Powered by Blogger.