Header Ads

Kebijakan WH Alihkan Dana dari Bank Banten ke BJB Dinilai Tepat



BANTENPERSPEKTIF.COM, PERBANKAN - Keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mengalihkan dana kas daerah dari Bank Banten ke Bank Jabar dinilai langkah yang tepat, mengingat kondisi bank tersebut yang "sakit".

Hal tersebut diungkapkan Suheri, akademisi dari Universitas Pramita Indonesia. Menurut Suheri,  langkah yang dilakukan oleh Gubernur Banten memgalihkan kas daerah dari bank Banten ke BJB tentu saja melalui pemikiran yang dalam.

Sebab, kata Anggota Dewan Pertimbangan Universitas Pramita Indonesiaini,  dana kas daerah Propinsi Banten itu akan digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti gaji ASN, pembiayaan yang terkait dengan pengendalian wabah Covid 19 maupun untuk pengamanan jaring pengaman sosial.

Sebagai antisipasi terhadap gagal bayar yang mungkin terjadi maka pengalihan itu sebagai tindakan antisipasi agar program yang urgen masih dapat didanai," kata Suheri.

Ditambahkan Suheri, memang ada dilematis bagi WH namun demikian disinilah  beliau sebagai pemimpin menunjukan kapasitasnya yang mau mengambil keputusan yang mungkin dipandang tidak populer bagi sebagian orang.

"Ditengah pandemi Covid 19 ini APBD dari sisi penerimaan juga akan terdampak karena penerimaan pajak daerah yg menurun maka penyelamatan kas menjadi begitu penting sehingga tidak mengganggu likuiditas daerah," jelas Suheri.

Seperti diketahui, WH telah mengalihkan kas daerah dari Bank Banten ke BJB kemarin. Selang beberapa jam berikutnya, WH pun diundang pemerintah pusat untuk mencari jalan keluar terhadap kondisi Bank Banten yang memang "sakit".

Kecerdikan WH membaca situasi keuangan yang ada di Bank Banten sempat menimbulkan polemik publik termasuk anggota parlemen di DPRD Propinsi Banten.

Melihat sejarah Bank Banten memang tak lepas dirundung masalah. Bahkan, beberapa tahun silam, kasus Bank Banten ramai mencuat pasca tertangakapnya anggota parlemen oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak hanya itu, Bank Banten juga beberapa kali disunggung parlemen karena masih menginduk dengan PT Banten Global Devolpemnt sehingga dinilai tidak leluasa mengelola keuangan. (KNT)

No comments

Powered by Blogger.