PerspektifTV

Header Ads

Survei KPAI; Mayoritas Orangtua Tak Setuju Sekolah Dibuka Juli

Foto/VivaNews

BANTENPERSPEKTIF.COM, KEBIJAKAN - Belum lama ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuat kuisoner terkait pendapat masyarakat tentang rencana pemerintah membuka sekolah pada 13 Juli 2020 mendatang.

Dari data yang masuk seperti dilansir Kumparan, mayoritas orangtua tidak setuju apabila sekolah dibuka pada 13 Juli 2020. Uniknya, para siswa sendiri justu setuju dengan rencana pemerintah tersebut.

Angket dengan 10 pertanyaan tersebut diinisasi oleh Komisioner KPAI Retno Listyarti yang disebar di sosial media dan menjadi viral. Tujuan dari angket ini adalah untuk memberikan ruang partisipasi kepada siswa, orang tua, dan guru secara langsung kepada kebijakan negara terkait anak.

“Saya mengapresiasi semangat dan antusias masyarakat mengisi dan men-share angket tersebut. Bahkan ketika pengisian angket ditutup pada Kamis (28/5) pukul 7.30 WIB, ada ratusan WhatsApp dan inbox Facebook ke nomor pribadi Retno dari masyarakat yang berminat mengisi angket tersebut,” kata Retno dalam keterangannya, Jumat (29/5).

Tercatat ada 9.643 siswa yang berpartisipasi, 18.112 guru dan 196.559 para orangtua. Dari ketiga partisan tersebut orangtualah yang paling antusias.

Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas siswa setuju masuk sekolah. Namun, sebagian besar orang tua tidak setuju sekolah dibuka tanggal 13 Juni 2020.

"Sebagian besar anak setuju sekolah dibuka karena kemungkinan mereka sudah jenuh belajar dari rumah. Ini mengkonfirmasikan bahwa data survei PJJ KPAI beberapa waktu lalu yang menunjukkan siswa mengalami kejenuhan selama PJJ dan bahkan siswa berpendapat lebih senang belajar di sekolah," ungkap Retno. 

Sementara orangtua yang menolak sekolah dibuka kembali menunjukkan kekhawatiran mereka akan keselamatan dan kesehatan anak-anaknya di tengah pandemi virus corona. Apalagi belum ada persiapan yang memadai untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di sekolah. (DBS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.