PerspektifTV

Header Ads

Gawat, Pesantren di Banten Merasakan Nuansa Kebangkitan Komunis

Doc.Foto/RadarBanten


BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG - Nuansa akan kebangkitan komunis di Indonesia dirasakan kalangan  pondok pesantren di Provinsi Banten, meskipun saat ini sulit untuk membuktikan secara riil suasana yang dirasakan tersebut.

"Suasana itu (kebangkitan komunis -red) ada dan kita rasakan di pesantren, tapi memang kita masih sulit membuktikan, tapi nuansa itu sangat terasa oleh kami," kata Muhammad Shodiqin, Presidium Forum Silaturrahim Pondok Pesantren Provinsi Banten saat menjadi salah satu narasumber pada acara webinar Diskusi Publik Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten "Protes Publik RUU HIP" yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten, Sabtu, 27 Juni 2020.

Dijelaskan Shodiqin, ideologi komunis bukan saja menghinggapi orang - orang kiri tetapi juga sudah masuk pada sebagian besar orang di sekitar kita. "Mereka mungkin tidak memakai atribut PKI, tapi secara pemikiran sama dengan mereka," katanya.

Perlu diketahui, di Banten sendiri, menurut Shodiqin, terdapat kurang lebih  3.561 pondok pesantren yang tersebar di 145 kecamatan pada delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten yang berada dalam naungan koordinasi FSPP.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten Juheni M Rois meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai akan kebangkitan ideologi komunis yang dibawa oleh PKI. "Kita tentu harus waspada akan masalah itu (kebangkitan PKI -red) dan sikap Fraksi PKS jelas menolah RUU HIP sebagai salah satu upaya pencegahan kebangkitan komunisme di Indonesia," kata Juheni.

Sementara itu, pengamat politik Lili Romli meminta agar umat Islam membaca sejarah dengan lengkap sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak - pihak tertentu. "Kalau landasannya kuat maka kita akan mudah menjaga dari hal itu," kata Lili. (KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.