Header Ads

Mencukur Kumis Secara Maksimal Menurut Islam

Rate this News:
{[['']]}
Doc.Foto/Internet

Islam benar - benar Agama sempurna, mulai dari perkara yang besar dimana menyangkut orang banyak hingga perkara kecil yang bersifat private. Salah satunya adalah urusan mencukur kumis, Masya Allah.

Sebuah studi terbaru dari University of Southern Queensland menemukan, bahwa lelaki yang memiliki kumis dan jenggot mendapat perlindungan sebesar 90-95 persen dari kerusakan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Selain itu, mereka juga berisiko rendah terkena kanker kulit.

Sementara itu manfaat kesehatan dari mencukur kumis dan jenggot yang dikutip dari The Atlantic dan Push Doctor, mencegah masalah kulit, melawan infeksi, membantu mengurangi risiko alergi, melindungi dari sinar ultraviolet, memperlambat penuaan dan terakhir menurunkan risiko kanker, meskipun ini masih membutuhkan beberapa pembuktikan lagi sebagai pelengkap.

Dan tahukan Anda? Bahwa Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada kita umat Islam untuk mencukur bulu rambut, salah satunya adalah kumis. Sebagaimana sebuah hadist berikut ini.


Sahabat Anas bin Malik Ra berkata:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya:
Rasulullah Saw memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak dibiarkan lebih dari 40 hari. ~ HR Muslim Abu Daud dan Tirmidzi ~

Penjelasan:
Dalam riwayat Bukhari Muslim dikatakan lima macam bentuk perilaku bersih yaitu, khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku termasuk mencukur kumis.

Kalau khitan hanya sekali seumur hidup, adapun yang lain harus terus dilakukan perawatan dan Rasulullah Saw memberikan batasan maksimal membersihkannya 40 hari bahkan untuk motong kuku dalam riwayat lain di anjurkan maksimal satu pekan antara Jumat ke Jum'at berikutnya. Semoga kita bisa terus menjaga Sunnah Rasulullah dalam keseharian kita



Baca Juga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.