Header Ads

Minta Maaf, Dirut Bank Banten Nilai Langkah Gubernur Positif

Doc.Foto/BankBanten


BANTENPERSPEKTIF.COM, PERBANKAN - Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa meminta maaf kepada masyarakat atas penurunan kualitas layanan untuk sementara waktu. Tak hanya itu, Fahmi juga menilai bahwa langkah Gubernur Banten Wahidin Halim adalah hal positif.

Hal tersebut disampaikan Fahmi melalui rilis yang dipublikasikan di website resmi Bank Banten (https://www.bankbanten.co.id/informasi-penggabungan-usaha-bank-banten/). Seperti diketahui, Gubernur Banten telah mengalihkan dana kas daerah Pemprov Banten dari Bank Banten ke BJB.

Kebijakan tersebut telah dikuatkan dengan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. SP 32/DHMS/OJK/IV/20 perihal Penggabungan Usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Rencana Penggabungan Usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), telah tertuang dalam Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, (23/4).

“Kami meyakini bahwa upaya ini adalah sebuah langkah yang positif dan akan mampu memberikan nilai tambah kepada seluruh kepentingan, melalui terciptanya harmonisasi dan kebersamaan antara Bank Banten dan Bank BJB. Hal tersebut dilakukan semata untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh nasabah,” terang Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa

Selama proses penggabungan usaha tersebut, Bank Banten akan tetap beroperasi dengan normal untuk melayani segala bentuk transaksi perbankan kebutuhan nasabah dan layanan keuangan masyarakat. “Bank Banten akan terus memberikan pelayanan yang optimal sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami kepada para nasabah Bank Banten.” Tutup Fahmi.

Bank Banten menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, dan permohonan maaf yang sebesarnya atas penurunan kualitas layanan untuk sementara waktu. Sehingga telah menimbulkan ketidaknyamanan dan menggangu aktivitas harian para seluruh pemangku kepentingan.

Sumber | Press Release 
Editor  | Karnoto

No comments

Powered by Blogger.