Header Ads

Sering Disindir Mirip Perindo, Begini Penjelasan Mahfuz Sidik Soal Logo Gelora

Rate this News:
{[['']]}
PENYERAHAN SK PARTAI - Ketua Umum Partai Gelora Muhammad Anis Matta dan sejumlah pengurus foto bersama usai menerima SK dari Kementerian Hukum dan HAM beberapa hari lalu. Doc.Foto/HumasGelora

BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL - Logo Partai Gelora sering disindir mirip dengan logo Partai Perindo. Lalu apa sebanarnya filosofi simbol yang ada pada logo Partai Gelora? Berikut ini penjelasan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik.

Menurutnya, logo tersebut terinspirasi dari gulungan ombak lautan dan memiliki makna kehidupan dan energi yang diberi nama gelombang.

"Logo Partai Gelora yang telah disahkan. Logo tersebut terinspirasi dari gulungan ombak lautan, serta memiliki makna kehidupan dan energi, yang diberi nama gelombang," kata Mahfuz Sidik disela - sela acara penyerahan SK Partai Gelora pada Selasa (2/6/2020).

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara resmi telah menerima secara fisik tiga Surat Keputusan (SK) Menkumham terkait pengesahan badan hukum Partai Gelora yang telah dilakukan penyerahan secara virtual pada Selasa (2/6/2020) lalu.

"SK Menkumham secara resmi sudah kita ambil, setelah dilakukan penyerahan secara virtual pada Selasa 2 juni 2020 jam 14.00 WIB," kata Mahfuz Sidik.

Menurut Mahfuz, SK Menkumham RI Nomor M.HH-11.AH.11.01.01 Tahun 2020  tersebut, diambil langsung oleh dirinya selaku Sekjen Partai Gelora di kantor Kemenkumham di Kuningan, Jakarta Selatan.

Mahfuz mengatakan, SK Menkumham itu berisikan tiga SK, yakni SK Badan Hukum Partai Gelora, SK AD dan ART, serta SK Kepengurusan DPN.

Seperti diketahui, Menkumham Yasonna Laoly secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-11.AH.11.01.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Badan Hukum Partai Gelora Selasa (2/6/2020) pagi ini, sehari setelah peringatan Hari Lahirnya Pancasila.

Penyerahan dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom oleh Menkumham Yasonna Laoly kepada Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta di Jakarta.  (RLS)

Baca Juga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.