Header Ads

Tatu - Pandji Ketiban "Durian Runtuh" dari PKS #CatatanPilkada

Rate this News:
{[['']]}




PKS seperti durian runtuh bagi pasangan Tatu - Pandji, karena watak PKS sepahit apapun keputusan itu pasti akan patuh dan tunduk dengan keputusan itu.
~ Karnoto ~

Benar kata para ahli bahwa politik adalah strategi, siapa yang bisa menguasai "permainan" maka dialah yang potensial mendapatkan durian runtuh seperti yang dinikmati pasangan Tatu - Pandji karena telah resmi mendapatkan dukungan dari PKS.

Saya sebut durian runtuh karena beberapa pertimbangan, pertama kader PKS dikenal loyal dan akan tunduk dengan keputusan struktur, sepahit apapun keputusan itu, pasti mereka akan patuh. Ini sudah menjadi culture atau watak PKS selama ini.

Kalau toh ada yang geser soal dukungan, pada umumnya mereka bukan kader organik yang terbina sehingga tidak begitu besar jumlahnya. Golongan ini biasanya hanya sampai pada tahap simpatisan, mulai dari simpatisan ringan hingga simpatisan berat.

Namun pada level kader dipastikan akan tetap tunduk dengan keputusan tersebut, meski keputusan itu kurang sreg. Dan PKS selama ini mengandalkan kekuatan kader bukan simpatisan sehingga tidak begitu pengaruh berarti dengan jumlah penumpang di gerbong yang akan dibawa untuk mendukung pasangan Pandji - Tirtayasa.

Dengan kelebihan PKS itu maka otomatis menambah tenaga bagi Tatu - Panji Tirtayasa. Dan saya yakin Tatu pasti sudah tahu akan hal ini makanya seperti mendapatkan durian runtuh ketika PKS akhirnya menyerahkan dukungan kepada mereka berdua.

Alasan kedua kenapa saya katakan durian runtuh adalah karena struktur PKS mulai dari DPD, DPC hingga ranting tidak mungkin ada yang menyeberang. Tidak ada cerita sejarah dalam politik PKS ketika pusat memutuskan dukungan lalu struktur di bawah nyebrang.

Jadi, kalau ada 30 struktur tingkat kecamatan maka sudah dipastikan semuanya akan tunduk dengan keputusan itu. Kalau nanti ada yang mengatasnamakan struktur menyebrang maka itu sejarah baru bagi PKS, mengingat selama ini hal itu tidak pernah terjadi.

Termasuk Najib Hamas sendiri, dia pasti akan tunduk dan patuh dengan keputusan struktur meski ada kesan dia seperti "terlempar" dari pilihan. Pahit memang, tetapi Najib merupakan kader lama di PKS dan loyal dengan struktur maka pilihannya dia pasti akan menerima, tidak ada pilihan lain.

Dengan demikian, Tatu - Pandji tidak merasa khawatir kalau struktur PKS dibawah akan membelot. Dan sekali lagi ini pasti sudah diketahui Tatu. Pengalaman pilkada lima tahun lalu pasti menjadi fakta politik bahwa struktur PKS memang dikenal taat.

Itulah dua hal mengapa saya sebut Tatu - Pandji mendapatkan durian runtuh dari PKS. Dengan dukungan PKS maka saya bisa memastikan Tatu lebih lega karena "pertempuran" dibawah melawan militansi bisa dhindari tanpa harus "berperang". Cerdik memang Tatu dalam konteks ini.

Seperti kata filosofis ahli perang dari China, kemenangan yang terbaik adalah menang tanpa tempur. Ngirit tenaga, ngirit biaya, kira - kira itulah gambarannya.

Lalu bagaimana dengan PKS? 
Sepanjang yang saya tahu tidak ada deal - deal yang sifatnya tukar guling antara PKS dengan Tatu seperti misalnya bagi - bagi proyek, bagi - bagi jabatan di lingkungan birokrasi. Paling hanya sekadar ongkos biaya kampanye dan ini sih wajar, namanya juga rental kendaraan sudah pasti harus memberikan bensin kepada pemilik kendaraan.

Inilah keuntungan ketiga yang didapatkan Tatu - Pandji sehingga andaikan nanti menang kembali pun tidak ada gerakan "mengusik" proyek pemerintah  karena hal itu seperti barang tabu bagi kader PKS.

Hal ini menjadi keuntungan bagi Tatu, tetapi bagi sebagian kader merasa ini kerugian karena berulangkali memberian tiket masuk tetapi setelah memenangkan pertandingan tak ada bagi - bagi "gula" yang bisa dinikmati PKS.

Ketika pilkada selesai maka selesailah, paling hanya hubungan emosional semata yang biasanya dilakukan melalui jalur parlemen. Ternyata ditengah pandemi Tatu beruntung karena ia mendapatkan durian jatuh, rasanya legit dan harganya pun pasti relatif terjangkau.Selamat menikmati durian runtuh!


Penulis,
Karnoto
Penulis Buku Speak Brand |  Founder BantenPerspektif |  Mantan Jurnalis Jawa Pos Group (Radar Banten) | Mantan Jurnalis Majalah Warta Ekonomi Jakarta | Pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta. 



Baca Juga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.