Header Ads

Bu Tejo dan Emosi Publik #CatatanKarnoto [Bagian-50]



Kali pertama melihat Bu Tejo secara tidak sengaja di UsseTV Indihome. Ketika itu saya cape seharian di depan layar laptop. Karena lelah saya rebahan di matras dan menyalakan tv.

Nonton tv news bosen, movie juga saya lihat tidak ada yang seru. Iseng - iseng buka film pendek, pertama film pendek yang menceritakan bule Jerman yang mencari rumah masa kecilnya di Jakarta.

Yang kedua film JakartaLockdown dan ketiga baru saya klik film berjudul "Tilik". Pertama nonton keliahatan seru. Bagaimana tidak seru, ada puluhan ibu - ibu dari perkampungan di daerah pegununungan di Jogjakarta yang hendak ke kota mejenguk Bu Lurah yang dirawat, tapi uniknya mereka naik truk.

Kebayang kan ketika truk yang mereka tumpangi masuk area parkir rumah sakit.Seru banget! Apalagi latarnya pemandangan jalan yang berkelok, persawahan dan hutan karena saya suka wisata alam jadi sensitif kalau melihat latar seperti itu.

Menit demi menit saya nikmati dan ketika ada ibu yang vokal dengan logat Jawa dan mimik yang njelei saya pun fokus ibu ini. Nonton sembari tertawa ngakak.

Namanya Bu Tejo, dia sebenarnya artis lokal tapi akting nyinyirnya ekspresif dan nyelekiti. Dian, itulah wanita yang dinyinyirin Bu Tejo. Saya tertawa melihat aktingnya, halus dan tidak teriak - teriak tapi nyelekiti banget, banget !

Saya menonton sampai selesai dan cukup berkesan, sebuah film pendek dengan artis lokal dan tidak terkenal tapi akting nyinyirnya bikin emosi.

******
Ternyata Viral
Selesai menonton Bu Tejo saya pun aktivitas seperti biasa. Dan menganggap film itu bagus aktingnya Bu Tejo tapi biasa saja. Namanya film pendek kan pasti juga bikinya biasa aja. Tapi saat berselancar di twitter,  eh ternyata Bu Tejo viral.

Videonya sudah ada yang mengupload. Karena penasaran saya pun berselancar ke instagram dan search FilmTilik untuk memastikan apakah benar - benar viral, eh ternyata beneran viral nih Bu Tejo.

Saya coba selancar ke facebook dan sudah ada yang upload videonya meski belum seramai di twitter dan instagram. Saya pun iseng - iseng upload video Bu Tejo dan saya tuliskan caption "Yang Lagi Viral nih, Bu Tejo, Bu Tejo"

Eh, beberapa menit kemudian sudah banyak yang melihat dan ikutan share dan diupload juga. Disinilah mulai emosi publik diaduk - aduk dengan banyak perspektif.

Ada yang menuliskan tanggapan dari perspektif syariah, perspektif value atau norma dan perspektif perfileman dalam konteks fungsinya sebagai hiburan.

Dari perspektif Islam atau syariah Bu Tejo tidak layak dicontoh bahkan ada yang mengulas lengkap, mulai dari ghibah, kenapa diperankan wanita yang berhijab dan lain sebagainya. Ada pula yang memberikan tanggapan soal mengapa ibu - ibu tidak taat hukum ketika ditilang polisi.

Ada pula yang yang melihat dari perspektif hiburan. Apapun respon publik yang pasti Bu Tejo telah mengaduk - aduk emosi publik. Dari perspektif film jelas mereka sukses karena berhasil melibatkan emosi orang yang melihatnya.

Namun dari perspektif Agama dan value yang akhirnya menjadi bahan perbincangan masih dalam perdebatan. Cara Bu Tejo akting memang hebat, bikin emosi!

Saya perkirakan oleh sang sutradara akan ada kelanjutanya, apalagi Bu Tejo bikin emosi publik dan kontroversial. Dan saya yakin, Bu Tejo akan menjadi terkenal bahkan menjadi artis nasional. Kekuatan sosial media memang power full.

#CatatanKarnoto
Founder BantenPerspektif
Eks.Jurnalis Radar Banten dan Majalah Warta Ekonomi Jakarta
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta.
Juara 3 Lomba Menulis Nasional "Wiranto Mendengar" Tahun 2009

No comments

Powered by Blogger.