Header Ads

Catatan Karnoto [Bagian-11] Alhamdulillah Akhirnya Jadi Penulis Buku



Mimpi saya menulis buku akhirnya bisa terjadi dan itu sejarah dalam hidup saya selama ini. Sebenarnya keinginan menulis buku sejak beberapa tahun silam, persisnya ketika saya dipanel menjadi narasumber bersama Helvy Tiana Rosa di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Kota Serang, Provinsi Banten.

Ada satu kalimat yang disampaikan Mba Helvy soal menjadi penulis buku dan kalimat itu benar - benar menjadi semacam cambuk untuk saya yang ketika itu masih bekerja sebagai jurnalis di Radar Banten (Jawa Pos Group).

Sekadar diketahui, Mba Helvy ini adalah penulis cerpen legendaris dan pendiri Lingkar Pena, sebuah komunitas penulis dengan ganre Islami. Dua karya yang fenomenal Mba Helvy menurut saya adalah Ketika Mas Gagah Pergi dan Jaring - Jaring Merah.

Kembali pada kalimat Mba Helvy yang mencambuk saya adalah "Bedanya penulis dengan yang bukan penulis sederhana, yaitu kalau penulis menuliskan ide atau fikiran sementara kalau bukan penulis idenya tidak ditulis, itu saja," kata Mba Helvy.

Mendengar kalimat Mba Helvy itu saya yang berada di sebelahnya langsung tertegun dan dalam hati bergumam, "Iya juga ya,".

Muflihah Ibrahim, Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PPP.

Sesimple itu kah? Iya serius sesimple itu. Dan dari situlah saya membuat blog pribadi waktu itu untuk menulis apa saja yang ada di kepala. Apakah itu cerita keluarga, anak - anak ataupun kuliah. Dan dalam perjalannya justru yang lahir duluan adalah buku Speak Brand, yaitu buku yang mengulas seputar brand mulai dari brand produk komersial, personal branding, city branding dan branding corporate.

Dan sekarang saya sedang menulis buku kedua tentang Personal Branding, khusus membahas masalah personal branding. Buku Speak Brand saya terbitkan pertengahan tahun 2019 bertepatan dengan masa kampanye pemilihan legislatif dan presiden.

Buku ini sejarah bagi saya karena akhirnya saya menjadi seorang penulis, melakukan apa yang dulu pernah saya dengar dari Mba Helvy. Buku itu pun saya berikan sebagai hadiah atau kado untuk orang yang saya kenal mulai dari Ustadz Abu Ridho (Anggota DPD RI), Muflihah Ibrahim (Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dari PPP).

Termasuk politisi senayan seperti Mardani Ali Sera (Anggota DPR RI Fraksi PKS), Ratu Tatu Chasanah (Bupati Serang), Enan Nadia (mantan Komisioner KPUD Banten),  Ali Faisal (Anggota Bawaslu Provinsi Banten), Sopwan (Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra) dan Fahmi Hakim (Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten).

Abdi Sumaithi (Ustadz Abu Ridho) Anggota DPD RI Perewakilan Provinsi Banten.

Dan beberapa orang yang saya kenal dan memang layak membaca buku pertama saya itu. Mungkin buku itu tidak best seller tapi buat saya itu adalah warisan pemikiran dan ide yang kelak akan dibaca oleh keturunan saya bahkan boleh jadi keturunan orang lain.

Alhamdulillah, menjadi kebanggan sendiri bisa menulis buku meskipun masih sederhana dan perlu ada perbaikan. Yang pasti kekayaan intelektual itu menjadi sejarah dalam hidup saya sepanjang berkarir didunia jurnalis. Semoga buku yang sedang saya kerjakan ini bisa kembali terbit, Amiin !

#CatatanKarnoto
Founder BantenPerspektif
Eks.Jurnalis Radar Banten dan Majalah Warta Ekonomi Jakarta
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta.

No comments

Powered by Blogger.