Header Ads

Guru itu Penulis Sejati #CatatanKarnoto [Bagian-43]

Doc/Foto:SoloTrust
Seorang guru sejatinya orang yang paling banyak menulis buku, karena setiap hari menghadapi peristiwa yang mengandung value.
~ Karnoto ~

Kalau saya tanyakan kepada Anda yang profesinya sebagai guru, berapa peristiwa yang ada value (hikmah) ditemukan di sekolah, baik saat bersama dengan siswa, sesama guru maupun Anda sebagai guru sekaligus orangtua dari anak - anak?

Buanyak, pasti itu dan yakin itu! Pertanyaanya kemudian, berapa momentum dengan sarat akan nilai berlalu dari kehidupan Anda tanpa ditulis?. Sayang, saya katakan sayang banget karena tidak semua orang bisa melihat dan menjadi pelaku dari sebuah perisitwa yang banyak akan value.

Andaikan setiap hari Anda menuliskan secara konsisten berapa banyak buku yang sudah Anda lahirkan. Dan berapa orang yang membaca buku Anda dan memetik hikmah dari apa yang Anda tulis, bukankah itu pahala kebaikan?

Seperti yang pernah saya sampaikan simple sebenarnya menulis buku, sangat simple. Anda bertemu dengan siswa lalu dalam suatu waktu siswa itu terlambat karena bergadang akibat main gadget berlebihan, bukankah ini inspirasi sebagai bahan tulisan untuk kemudian Anda tulis.

Atau Anda berhadapan dengan orangtua wali murid yang mengantarkan anaknya, lalu orangtua siswa curhat tentang kebiasaan sang anak yang kalau belajar harus mendengarkan musik tapi anak tersebut mengaku cepat masuk ketika belajar sembari mendengarkan musik. Bukankah ini bisa menjadi bahan tulisan?

Dan beribu cerita dan kisah lainnya yang Anda dapatkan sebagai seorang guru untuk dijadikan bahan tulisan, namaun karena tidak ditulis maka cerita itu semua lenyap hilang disapu angin kemalasan menulis.

Padahal sejatinya seorang guru rajin menulis karena kegiatan menulis adalah aktivitas yang setiap hari ditemui oleh guru. Tapi saya ga bisa menulis, tapi saya kadang ga ada waktu, semua alasan itu sebenarnya klise.

Dan semua itu bisa dimentahkan ketika Anda bersungguh - sungguh untuk menulis, Man Jadda Wa Jadda, begitu kata pepatah Arab. Teknisnya bagaimana menulisnya? Begini saya berikan tips untuk Anda seorang guru.

Pertama, komitmen untuk menulis semalas apapun, sesibuk apapun.Ini menjadi penting karena tanpa komitmen terhadap diri sendiri sulit untuk belajar menulis.

Kedua, tulis saja apa yang ada dalam fikiran Anda yang didapatkan dari peristiwa Anda temui. Tulislah sebagaimana Anda menulis diary, anggap saja itu diary Anda sebagai seorang guru. Siapa tahu diary tersebut menjadi judul "Diary Seorang Guru" kan bisa saja!

Ketiga, belajar dan belajar. Seperti Anda mengajarkan kepada siswa Anda agar selalu belajar maka sejatinya seorang guru yang belum bisa menulis mahir belajar dan belajar. 

Tiga tips sederhana itu bisa menjadi langkah awal untuk menjadi penulis. Semoga kelak akan semakin banyak guru  - guru yang melahirkan buku, bukan hanya buku teks tetapi buku konteks yang didasarkan dari realita kehidupan, Aamiin.

#CatatanKarnoto
Founder BantenPerspektif
Eks.Jurnalis Radar Banten dan Majalah Warta Ekonomi Jakarta
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta.
Juara 3 Lomba Menulis Nasional "Wiranto Mendengar" Tahun 2009


No comments

Powered by Blogger.