Header Ads

Rational Content dan Emotional Campaign #CatatanKarnoto [Bagian - 13]




Ada pertanyaan begini, benarkah kemenangan Airin pada pilkada lima tahun lalu karena isu pembangunan?

Kalau saya melihat konten campaign Airin saat kampanye di Youtube saya lebih percaya bahwa kemenangan Airin bukan karena dia menjadikan headline isu pembangunan.

Airin lebih banyak menggunakam emotional approach.pada konten kampanyenya. Saya coba search google gaya komunikasi Airin saat kampanye pada pilkada lalu dan ternyata lebih banyak konten emosional ketimbang rasionalnya.

Dalam sebuah video Airin.bahkan membangunkan emosi warga dengan kontennya cibiran orang tentang personality Airin bukan pada apa yang telah dilakukan Airin ketika itu selama menjadi walikota.

Dengan ditunjang kemampuan public speaking yang baik, Airin memang punya kemampuan meracik dan mengolah kalimat sehingga enak didengar.

Kemampuan public speaking Airin disupport penuh dengan perfoemance Airin yang cantik, ramah sehingga pemilih terpesona.

Andaikam pemilih Tangsel adalah pemilih rasional maka dengan pendekatan Airin yang waktu itu dominan menggunakan emotional approach maka harusnya Airin kalah, karena ketika itu isu korupsi yang menimpa keluarganya sedang hangat - hangatnya.

Tapi faktanya Airin yang menggunakam konten komunikasi emosional justru menang. Artinya pemilih di Kota Tangsel masih menyukai konten campaign emosional meskipun serinf dijuluki Kota Urban.

Lalu bagaimana dengan pilkada 2020?
Saya perkirakan emotional approach tetap akan lebih banyak menyumbang kemenangan calon. Tangsel memang kota urban, tapi data demografis menunjukan bahwa Tangsel masih kuat dengan pemilih i - rasional.

Ada 76 pondok.pesantren dan penduduk Muslim berjumlah 88 persen, sisanya  non muslim. Culture Betawinya pun masih kuat. Kota urban memang akan tampak jelas ketika kita berada di Kawasan BSD, karena disini ada kawasan Sinar Mas dan sisanya sebagian Serpong.

Dan Pilar, keponakan Airin sama, dia lebih banyak menggunakan emotional approach. Ini tampak jelas dari aktivasi branding yang dia lakukan baik melalui komunikasi visual, seperti banner dan video dan aktivasi branding melalui event.

Kalau Pilar percaya diri bahwa isu pembangunan akan menyumbang kemenangan besar maka dia pasti akan menjadikan   isu pembangunan itu menjadi headline komunikasi, tapi faktanya dia lebih percaya diri dengan emotional approach.

Dari sini saya membaca bahwa emotional approach akan tetap dominan menyumbang kemenangan dalam konteks memengaruhi pemilih.

#CatatanKarnoto
Founder BantenPerspektif
Eks.Jurnalis Radar Banten dan Majalah Warta Ekonomi Jakarta
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta.

No comments

Powered by Blogger.