Header Ads

#CatatanKarnoto [Bagian-15] Simbol Perekat Paket Komplit




Komposisi yang nyaris sempurna sebenarnya ada pasangan AzizahRuhamabaen jika diaitkan dengan konteks isu kekinian, dimana selama ini ada gesekan antara pemikiran PKS dengan Nahdliyin.

Nahdliyin dalam konteks Pilkada Tangsel direpresentasikan pada sosok Nur Azizah, puteri KH Ma'ruf Amin.

Meski kader Demokrat tetapi sorotan kamera akan lebih kuat melihat Nur Azizah sebagai puteri Ma'ruf Amin, yang tak lain adalah sesepuh NU. Ini wajar karena Azizah baru menjadi kader Partai Demokrat.

Identitas personal Azizah lebih tersorot sebagai puteri Ma'ruf Amin dan dibaliknya ada identitas personal sebagai perwakilan nahdliyin.

Pada bagian lain, Ruhamben jelas akan kalah sorot jika disandingkan dengan calon Wakil Walikota Tangsel yang lain, seperti Pilar dan Sarawati karena keduanya merupakan keponakan orang tenar.

Di belakang Pilar ada nama Airin Rachmi Diany (Walikota Tangsel) dan ada nama Prabowo Subianto dibelakang layar Rahayu Saraswati.

Sementara Ruhamaben hanya mantan pengelola BUMD di Tangsel. Daya sorot Ruhamaben ada pada kekuatan struktur PKS yang dikenal solid selama selama ini bukan personalitynya.

Stigma anti tahlilan beberapa kali disematkan ke PKS. Padahal tradisi itu menjadi ciri khas Nahdliyin makanya gesekan sering terjadi. Meskipun sebenanya mayoritas orang PKS adalah orang NU Cultural, karena masa kecil mereka juga lebih banyak bersentuhan dengan ulama dan ustadz NU.

Menyatunya Azizah (Nahdliyin) dengan PKS mungkin salah satu keberhasilan campaign Ketua Majelis Syuro PKS Ustadz Salim Segaf Al Jufri yang selama ini rajin menyambangi tokoh dan ulama NU.

Semangat mendekatkan diri dengan NU yang  dikuatkan oleh PKS dengan aktivasi branding yang dilakukam melalui event, diantaranya Lomba Baca Kitab kuning, tahlilan. Bahkan di kediaman mantan Ketua Majelis Syuro PKS Almarhum Hilmi Aminudin pun melakukam tujuh hari tahlilan

Fenomena PKS tahlilan ini mengusik Ulil Absar Abdalla, tokoh JIL yang selama ini rajin.menyerang PKS. Dia menuliskan di beranda facebook pribadinya dimana intinya dia menyambut positif apa yang dilakukan PKS dengan tahlilan dan lomba baca kitab kuning.

Lalu bagaimana dengam kalangan nasionalisnya? Disinilah peran Demokrat akan dominan. Komunitas stylish, nasionalis akan melihat Demokrat ditengah - tengah mereka berdua.

Demokrat punya banyak artis, Demokrat punya banyak kader non muslim sehingga Demokratlah sebenarnya yang pas menjelskam keraguan dari komunitas ini. Ruh NasionalisReligius yang selama ini disematkan dalam tubuh Demokrat akan lebih banyak berperan disini,.menggarap kaum urban.

Itulah mengapa saya katakan paket komplit. Kalau pasangan ini mampu mensinergikan potensi unggul mereka masing - masing maka potensi menangnya akan besar.

#CatatanKarnoto
Baca catatan lainnya di
www.bantenperspektif.com

No comments

Powered by Blogger.