Header Ads

Tatu dan Irna Dua Kali dapat "Tiket" Pilkada dari PKS, Ini Sejarahnya !

Doc/Foto: PKS

BANTENPERSPEKTIF.COM, PILKADA - Dua bakal calon bupati yaitu Irna Narulita dan Ratu Tatu Chasanah hadir dalam acara Konsolidasi Nasional Pemenangan Pilkada 2020 yang diselenggarakan PKS di Hotel Horison Ratu Kota Serang pada Sabtu (29/08/2020).

Keduanya bukanlah kader PKS namun mendapatkan tiket resmi untuk diusung PKS pada Pilkada 2020. Dan ini merupakan kali keduanya mereka berdua mendapatkan "tiket"pilkada dari PKS. Irna Narulita merupakan Bupati Pandeglang dan Ratu Tatu Chasanah adalah Bupati Serang.

Bukan pada pilkada kali ini saja, pada pilkada lima tahun lalu PKS juga memberikan "tiket" kepada dua tokoh perempuan Banten ini. Dalam perpolitikan Banten, keduanya memiliki karir politik panjang.

Ratu Tatu Chasanah misalnya, sebelum menjadi Bupati Serang dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten.Tidak lama duduk di kursi parlemen, Ratu Tatu Chasanah maju pada Pilkada Kabupaten Serang lima tahun lalu dan terpilih menjadi Wakil Bupati Serang mendampingi Ahmad Taufik Nuriman selama lima tahun.

Adik kandung Ratu Atut Chosiyah ini juga memegang peranan penting dalam internal Golkar di Banten mengingat dia adalah Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten.

Lima tahun lalu Ratu Tatu Chasanah terpilih menjadi Bupati Serang dengan jumlah partai pengusung banyak dan diantaranya adalah PKS. Kini, pada Pilkada Kabupaten Serang 2020 Ratu Tatu Chasanah kembali maju dan PKS pun menjadi salah satu partai yang mengusungnya.

Sebetulnya hubungan antara PKS dan keluarga Ratu Atut Chosiyah sudah lama, yaitu sejak Pilkada Kabupaten Tangerang beberapa tahun silam, dimana kader PKS yaitu Jazuli Juwaeni dipasangkan dengan Airin Rachmi Diany meskpun akhirnya gagal.

Di Kota Tangerang Selatan sendiri, PKS dua kali memberikan tiket kepada Airin Rachmi Diany saat maju pilkada. Namun pada Pilkada 2020, PKS memilih kader sendiri yaitu Ruhamabaen untuk maju berpasangan dengan Siti Nur Azizah, puteri Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Irna Narulita sebelum menjadi Bupati Pandeglang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP). Ia pernah maju pada pemilihan calon Ketua Umum Partai Demokrat Provinsi Banten, namun gagal berhadapan dengan Iti Octavia (Bupati Lebak).



Irna juga pernah beradu keberuntungan maju pada Pemilihan Gubernur Banten sebagai calon Wakil Gubernur Banten mendampingi  Wahidin Halim (Gubernur Banten saat ini), tapi ketika itu Irna gagal menghadapi kakak kandung Ratu Tatu Chasanah yaitu Ratu Atut Chosiyah.

Uniknya pasca gagal pada Pilgub Banten, Irna maju pada Pilkada Kabupaten Pandeglang sebagai calon Bupati Pandeglang dan didampingi menantu Ratu Atut Chosiyah yaitu Tanto Warsono Arban, perempuan yang pernah menjadi lawan saat dirinya maju sebagai calon Wakil Gubernur Banten.

Irna - Tanto yang ketika itu diusung sejumlah partai besar dan salah satunya adalah PKS. Kini, pasangan ini kembali maju dengan posisi tidak berubah yaitu Irna sebagai bakal calon Bupati Pandeglang dan Tanto sebagai bakal calon Wakil Bupati Pandeglang.

PKS pun kembali menjadi salah satu partai yang mengusung pasangan Irna - Tanto. Bahkan histori politik keluarga Irna semakin dekat dengan PKS pasca suaminya yaitu Dimyati Natakusumah menjadi kader PKS yang kini  menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKS. (DBS)


No comments

Powered by Blogger.