PerspektifTV

Header Ads

Analisa, Mahasiswa Terbaik UGM Lahir dari Rahim Ibu Tukang Bungkus Nasi

 


BANTENPERSPEKTIF.COM, SOSOK - Analisa Widyaningrum, wanita cantik ini tengah menjadi perbincangan publik karena cerita inspiratifnya tentang dirinya. Tahukah Anda bahwa mahasiswa terbaik Universitas Gajah Mada (UGM) ini adalah wanita yang lahir dari rahim seorang ibu penjual nasi?

Hal itu diceritakan Analisa saat mengisi materi motivasi dalam sebuah event. Diceritakan Analisa, dirinya sempat merasa malu memiliki seorang ibu yang pekerjaanya sebagai pembungkus nasi.

"Mama kenapa sih mbungkusin nasi, malu tahu Mah Analisa sering dibilangin teman - teman," kenang Analisa. Mendapat keluhan seperti itu, Ibu Analisa yang hanya lulusan SMA mengatakan bahwa dirinya menginginkan Analisa menjadi orang sukses, bisa sekolah tinggi sehingga dirinya mau melakukan apa saja demi kesuksesan Analisa.

"Mama tuh cuma lulusan SMA jadi bisanya cuma mbungkusin nasih. Mamah ingin kamu tidak seperti mamah harus menjadi orang sukses supaya kamu menjadi orangtua yang ditulis oleh anak kamu," kenang Analisa tentang perkataan Mamahnya tersebut.

Sampai suatu saat Ibunya belajar bisnis tetapi ditengah perjalanan terkena tipu bahkan diperkarakan ke pihak kepoliisan termasuk utang di bank yang menggunung. Ayah Analisa ketika itu lalu memilih cuti dini dari pekerjaanya di bank hanya untuk mendapatkan pesangon supaya bisa melunasi utang Ibu Analisa di bank.

"Saya waktu itu meminta kepada Ayah mau cuti kuliah dan ingin bekerja membantu orangtua, tapi Ayah saya melarang dan tetap meminta saya kuliah. Dari peristiwa itulah saya kemudian bertekad ingin lulus cepat dan terbaik," kenang Analisa.

Dan tekadnya tersebut tercapai sebagai lulusan terbaik di Fakultas Psikolog UGM. Analisa merupakan peneria beasiswa Djarum Beasiswa 2019, Delegasi Indonesia pada event ASEAN Youth Friendship Network 2010. Tak hanya itu, Analisa juga menjadi moderator pada program MPR RI Goes to Campus.

Menjadi Pengusaha

Kini, Analisa Widyaningrum menjadi seorang pengusaha dengan manajemen sendiri sebagai  konsultan psikolog. Wanita kelahiran 31 Januari 1989 ini juga menjadi psikolog di salah satu rumah sakit di Jogjakarta. 

Tidak hanya itu, Analisa juga menjadi seorang trainer motivator pada sejumlah acara. Pengalaman yang pernah dilihatnya langsung dalam kehidupan orangtuanya menjadi triger dirinya untuk mengubah hidupnya agar menjadi lebih baik.

Kini, wanita berhijab ini telah membuktikan dan menunjukan kepada orangtuanya bahwa dirinya bisa mencapai apa yang diimpikan oleh orangtuanya dahulu. (DBS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.