PerspektifTV

Header Ads

Jokowi Telepon Guru Matematika di Padang, Netizen Malah Curhat; Saya Stres Pak !

 


BANTENPERSPEKTIF.COM, NASIONAL - Presiden Joko Widodo menelepon seorang guru Matematika dari Padang, Sumatera Barat terkait pengalamannya mengajar ditengah pandemi Covid - 19. Uniknya  netizen justru curhat dan mengaku stres belajar online.

"Stres banget Pak saya sebagai orangtua dari tiga anak SD. Saya mau ga mau dituntut harus bisa mengajari anak - anak seperti menjadi guru Matematika, Bahasa Inggris,Bahasa Arab dan Bahasa Sunda," kata netizen atasnama @Cynthiaavirgrina.

Tak hanya pelajaran itu, wanita ini juga harus mengajari anaknya seni tari, musik dan menggambar. "Guru olahraga juga Pak. Dan kadang - kadang harus menjadi pengarah gaya sutradara dan kameramen kalau ada tugas membuat video. Harus jadi editor script juga kalau ada tugas presentasi," curhatnya.

Belum puas dengan curhatan semua itu, Cytnhia juga menambahkan kalau dirinya kerap kali harus menjadi guru tahfidz karena anak harus mengisi lembar murojaah hafalan dan bacaan Al Qur'an. "Plus harus bayar daftar ulang full saat kenaikan kelas dan juga bayar SPP full, ada pengurangan tapi sedikit itupun para orangtua protes karena masih ditagih uang buku dan uang kegiatan satu tahun dan uang operasional,"curhatnya lagi.

Cynthia menyayangkan hal itu karena anak - anak sendiri belajar di rumah. "Anak - anak ga enjoy belajar di rumah, cenderung sambil malas - malasan dan mereka curhat bosan banget dengan kondisi belajar di rumah," katanya.

Apa yang disampaikan Cynthia, diiyakan oleh seorang netizen lainnya yang mengaku sebagai seorang pelajar. Menurut akun instagram atasnama Syarifah_aini02, dirinya merasakan apa yang disampaikan Cynthia."Saya setuju Bu, saya sebagai murid belajar di rumah juga cenderung bosan dan malas - malasan," katanya.

Bahkan akun instagram atasnama AniKusumawati mengaku dirinya putus asa terutama terkait pembayaran sekolah. "Saya juga putusa asa apalagi kalau sudah menyangkut administrasi, tidak ada pengutangan sedikitpun. Padahal usaha pun sedang tidak jalan. Saya dituntut bayar full sedangkan bantuan untuk anak - anak swasta tidak ada," katanya. (RLS)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.