PerspektifTV

Header Ads

"Kuliah" Pagi Bersama Penjual Buras dan Ubi Jalar #CatatanUyun [Bagian-6]



Rabu, 16 September 2020 pagi seperti biasanya  saya  memulai aktivitas seperti hari - hari kerja. Namun hari ini, tiba-tiba Kang Bidin ( saudara saya yang tugasnya merawat burung-burung yang ada di rumah kami) mengetok pintu dan memberitahu kalau ada tamu. Saya segera keluar dan menemui tamu, ternyata ibu muda yang mengirim ubi hasil panennya dan menawarkan di jual Rp 5.000 per kilo.

Ada 9 bungkus ubi jalar di kantung yang dia bawa. "Ini hasil panen ibu saya bunda, saya yang menjual keliling dan saya tanyakan kepada teman, dimana rumah Bunda Hajjah (maksudnya rumah saya) dan akhirnya ketemu. Alhamdulillah," kata ibu ini kepada saya.

Kata wanita yang biasa dipanggil Mama Ali ini mengaku kalau dagangan laris. kata Ibu muda ini. Saya pun membeli barang dagangannya, bukan apa - apa saya bisa merasakan betapa bahagianya dia ketika dagangannya ada membeli, tanpa nawar. 

Setelah merima uang pembayaran ubi jalar, Mama Ali pamitan. "Terima kasih Bunda Hajah," kata Mama Ali yang langsung saya jawab sama - sama. Tak lupa saya sampaikan doa untuk di. "Semoga dagangannya laris terus dan berkah," doa saya untuk Mama Ali. 

Setelah beres dengan Mama Ali,  saya lanjut pagi-pagi lihat tanaman di teras, lihat daun-daun yang mulai kuning tangan saya refleks ingin segera membersihkan. Membersihkan halaman rumah sambil menata bunga - bunga menjadi terapi buat saya untuk refreshing. 

Padatnya kegiatan kantor dan masyarakat membuat saya memilih menanam bunga dan merawatnya sebagai sarana untuk menghibur diri dan menyegarkan suasana agar lebih semangat. Sambil saya merapihkan tanaman ada suara memanggil manggil saya menawarkan barang dagangan.

"Buras... buras... bubur kacang ijo .... risoles ....Bunda Hajah," teriaknya. Itu adalah suara ibu Amah, penjual buras yang sering lewat depan rumah. Sayapun panggil dia.

"Sini Bu masuk ke teras," pinta saya ke Ibu Amah. Dan Ibu Amah pun sigap masuk ke halaman rumah saya. Saya tahu pedagang kalau ada yang beli pasti senang, apalagi pedagang seperti Ibu Amah ini dan saya pun membelinya. 

Dan tahu tidak, untuk bisa membuat menu sarapan yang ia jual Ibu Amah harus bangun pagi jam 03.00 WIB dini hari. Jangan tanyakan soal lelahnya, sudah pasti lelah. "Alhamdulillah Bunda Hajah, saya begadang sejakJJam 03.00 dini hari dan dagangan saya laris," kata Ibu Amah.

Pagi ini saya seperti sedang kuliah pagi dengan dosen tamu dua perempuan hebat yang kerja keras, pantang menyerah dan tetap semangat ditengah situasi yang serba sulit seperti sekarang ini. Senang rasanya melihat ibu-ibu semangat untuk berwirausaha dan mencari rezeki. 

Mata kuliah dari mereka tentu bukanlah teori - teori kaklulus atau matrik seperti di kampus - kampus,tapi mata kuliah kehidupan yang nyata dan real hadir ditengah -tengah masyarakat. Bagaimana arti sebuah perjuangan, pengorbanan dan optimitmse, itulah nilai - nilai yang mereka ajarkan kepada kita semua.

Kalau dua ibu itu pun bisa melakukan mengapa kita tidak bisa. "Semoga senantiasa diberi kesehatan dalam membantu para suaminya di rumah,"gumam saya dalam batin.Saya pun masuk ke dalam rumah, mempersiapkan perlengkapan untuk kerja di kantor parlemen. 

Tidak butuh waktu lama untuk merapikan perlengkapan yang akan saya bawah dan langsung masuk  mobil dan berangkat  menuju kantor. 

Sesampainya di kantor segera saya cek agenda yang ada di meja kerja saya, untuk memastikan apa saja yang harus diselesaikan. Setelah itu berdiskusi dengan Pak Sekwan DPRD Kota Cilegon untuk membahas kelancaran agenda DPRD. 

Berikutnya saya harus segera pindah lokasi , pukul 11.00 calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy dan Sanuji bersama direktur pemenangan sudah menunggu di Gedung Creative Center untuk diskusi bersama membahas visi dan misi . 

Diskusi yang panjang dan interaktif, saling melengkapi dan memberi masukan terhadap paparan yang saya sampaikan. Akhirnya jam menunjukkan pukul 13.00, kamipun harus istirahat untuk sholat dan makan . 

Selesai istirahat diskusi dilanjut kembali, tepatnya jam 14.00 WIB saya pamitan karena sudah ada agenda berikutnya bersama dr. Hj. Shinta Wishu Wardhani, anggota DPRD Ptovinsi Banten dapil Cilegon dari Fraksi PKS. 

Kami berencana meninjau lokasi Panti Rehabilitasi Terpadu milik Dinas Sosial yang berlokasi di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Segera saya meluncur menuju titik lokasi janjian yang kemudian dilanjut bersama-sama mencapai lokasi panti. 

Kami datang dan masuk gerbang panti Rebabikitasi Terpadu, lahan yang cukup luas dengan pemandangan yang indah di siang hari. Kami pun berhenti sesampainya di depan kantor staf, terlihat dari kaca ada 2 orang yang sedang bergegas siap-siap melihat mobil kami datang. Dokter Shinta segera memanggil staf yang ada di ruangan dan mengajak berbincang diikuti oleh saya. 

Kami sampaikan kami ingin melihat ruangan yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri tenaga kesehatan yang terinfeksi covid 19 dan terkonfirmasi positif. Kami jalan bersama menuju gedung yang dimaksud. 

Sesampainya di lokasi gedung, kami masuk kedalam ruangan untuk meninjau kesiapan ruangan yang ada. Ada 8 kamar tidur dengan masing-masing-masing 2 tempat tidur ( atas dan bawah ) total yang bisa ditampung  8 orang per kamar. Tapi kalau dipaksakan sekamar 8 orang tidak akan efektif karena tidak menjadi nyaman bagi penghuni di dalamnya.

Kami lanjut cek kamar mandi ada 4 unit, dapur 1 dengan tempat yang sempit dan sarana yang terbatas. Kalau memang isolasi mandiri tenaga kesehatan dilakukan di gedung ini, aja tugas pemerintah daerah berkewajiban untuk menyiapkan bantuan makanan siap saji. 

Tempat yang jauh dari akses kemana mana, sehingga mengharuskan pemerintah daerah menyiapkan makanan yang siap santap. Setelah Dirasa cukup kamipun pamitan kepada staf yang mendampingi. Kami berjalan menikmati pemandangan yang segar dan indah, jam 16.39  alhamdulillah sampai rumah dan saya  langsung istirahat karena badan masih terasa lemas dan letih, tanpa di sadari saya sudah merek sejak datang tadi sampai maghrib tiba.

Sumber : https://www.uyun.co.id/

#CatatanUyun                                                                                                                                            Kota Cilegon, 16 September 2020

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.