PerspektifTV

Header Ads

Ketika Wakil Ketua DPRD Cilegon Menjadi Pagar Betis



Pagi ini (Selasa, 6 Oktober 2020) seperti biasa saya bersiap menuju kantor. Agenda pagi ini menerima tamu dari Pimpinan DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat. Jam 08.30 WIB saya sudah sampai di kantor. Saya pun keluar dari mobil dan langsung menyapa security yang bertugas pagi ini dan menyapa saya.

"Pagi Ibu... sayapun menjawab: Pagi Teh Fitri... Assalamu’alaikum... sambil berjalan menuju ruangan ada Kang Hafidz security juga dan ada Kang Diman asisten di ruangan Pak Ketua, saya menyapa keduanya.... Pagi Kang Hafidz.... Pagi Kang Diman.... Assalamu’alaikum.... saya berjalan menuju ruangan saya sambil tersenyum kepada Kang Hafidz dan Kang Diman. 

Sesampainya di ruangan, saya buka koran untuk membaca berita hari ini. Satu persatu surat kabar saya baca untuk mengetahui perkembangan informasi baik di tingkat lokal maupun nasional serta internasional. 

Tidak lam pintu ruangan saya diketok, dan masuklah Kang Ade yang menginfokan kalau tamu dari Kota Cimahi sudah datang dan sayapun mempersilahkan untuk masuk. Senang sekali bisa menerima Pimpinan DPRD Kota Cimahi berkunjung ke Cilegon. 

Rombongan kali ini dipimpin anggota Dewan Cimahi dari Fraksi PKS, Fraksi Gerindra sebagai Wakil Ketua dan Fraksi Demokrat sebagai Wakil Ketua. Saya pun mempersilahkan untuk duduk dan Kami mulai membuka diskusi dengan mengenalkan daerah kami masing-masing. 

Pembicaraan dan diskusi yang selalu menarik terkait dengan pengembangan potensi daerah bagi DPRD menjadikan Kami membahas agenda pertemuan dengan rasa optimis. Setiap daerah memiliki kearifan lokal, potensi dan keunggulan komparatif yang tidak sama. 

Keunggulan itulah yang menjadikan kami termotivasi untuk memaksimalkan dalam setiap ruang dan kesempatan pembangunan di daerah kami masing-masing. Regulasi pemerintah pusat yang mengatur kewenangan daerah juga menjadi bahasan kami.

Bagaimanapun juga, otonomi daerah yang melekat pada setiap kabupaten dan kota memberikan kesempatan bagi daerah untuk mengelola daerahnya seoptimal mungkin dalam rangka menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran secara mandiri tanpa meninggalkan aturan-aturan yang melekat di dalamnya. 

Kami merasakan bahwa kewenangan otonomi tersebut semakin mengecil dan ruang gerak kami dalam mengelola pemerintahan daerah semakin terbatas termasuk juga RUU Omnibuslaw menjadi bahasan tema diskusi dan rapat pagi ini yang menjadi tema viral diseluruh penjuru negeri. 

Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan jam 10.30 dan tamu saya menyampaikan untuk berpamitan dan akan melanjutkan agenda kembali. Sayapun mengucapkan atas kunjungan dan diskusi yang menarik penuh dengan rasa kekeluargaan. 

Setelah tamu saya pamitan. Saya pun harus melanjutkan kegiatan dalam rangka berdiskusi dan pembahasan tentang revisi tata tertib DPRD bersama teman-teman Pansus dan mengambil daerah komparasi DPRD Kota Tangerang, karena kami meyakini banyak hal yang baik yang bisa kami adopsi untuk perbaikan dan penyempurnaan Revisi Tatib yang sedang kami bahas. 

Agenda berikutnya sudah menanti untuk segera dituntaskan, tamu dari Pimpinan DPRD dan Badan Anggaran Kota Bekasi sudah menanti di ruangan rapat, sayapun segera menemui dan menerima tamu dengan ucapan terima kasih berkenan menjadikan DPRD Kota Cilegon sebagai tempat untuk berkomunikasi, berdiskusi dan sharing bersama. 

Setelah saya sampaikan ucapan salam dan penerimaan atas kedatangan tamu, saya persilahkan Pimpinan DPRD Kota Bekasi untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Salah satu yang melekat pada DPRD adalah fungsi penganggaran atau budgeting

Fungsi dewan yang melekat tersebut menjadikan kami untuk segera merespon aspirasi masyarakat seoptimal mungkin dan dengan fungsi tersebut menjadikan badan anggaran untuk mengkaji dan menganalisa RAPBD yang disampaikan oleh TAPD. 

Pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2021 dalam waktu yang dekat akan mulai dibahas oleh TAPD bersama dengan Badan Anggaran, tidak hanya di Cilegon saja melainkan diseluruh daerah yang ada di Indonesia tidak terkecuali Kota Bekasi juga. 

Rapat berjalan dengan pembahasan terkait regulasi Pengangaran di Tahun Anggaran 2021 termasuk rencana akan diimplementasikannya Sistem Informasi Pemerintah Daerah ( SIPD ) yang merupakan standar dari Kementerian  Dalam Negeri yang harus digunakan oleh seluruh Pemerintah Daerah mulai Tahun Anggaran 2021.

Selalu saja menarik dan antusias ketika membahas sesuatu yang baru dengan harapan agar sistem baru tersebut melahirkan Good Governance. Rapat pun diakhiri dengan optimisme yang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan di daerah kami masing-masing.

Hari ini memang saya seperti menjadi pagar betis DPRD Kota Cilegon, dua tamu dari dua daerah di Provinsi Jawa Barat datang dalam waktu bersamaan meskipun jamnya berbeda. semoga para tamu ini memberikan keberkahan.

Sayapun kemudian melanjutkan aktivitas lain , sesuai tupoksi saya di DPRD. Tak terasa waktu sudah sore dan sayapun segera pulang ke rumah. Hari ini , Selasa 6 Oktober 2020 adalah Milad putra saya yang pertama yang bernama Syafiq. 

Saya ingin sampai rumah sebelum Maghrib dan menyampaikan harapan dan do’a saya untuk ananda. Sesampainya di rumah sayapun ngobrol dengan Syafiq yang sedang sibuk merawat burung peliharaannya dan saya minta segera untuk mandi karena Maghrib sebentar lagi. 

Adzan Maghrib berkumandang, dan saya pun meminta anak-anak untuk segera bergegas ke masjid dengan menggunakan protokol kesehatan. Selesai sholat saya menyiapkan tempat di teras rumah karena setelah Maghrib ini saya mengundang orangtua saya dan keluarga untuk berdo’a bersama. 

Saya dan suami hanya ingin menyampaikan pesan untuk Syafiq bahwa bertambahnya usia harus identik dengan bertambahnya perubahan kearah yang lebih baik, ibadah sholat lima waktu yang tidak boleh ditinggalkan, menyayangi adik-adiknya, hormat kepada yang lebih tua, respon dan peduli terhadap masyarakat dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan bersahaja. 

Kesederhanaan akan menjadikan kita sosok pribadi yang kuat dan teguh pendirian. Do’a bersama pun selesai dilaksanakan, dan agenda kami lanjutkan dengan ramah tamah dan ngobrol santai dengan keluarga besar. Silaturahmi yang terus ingin kami bangun dengan keluarga besar sebagai sarana saling menguatkan dan saling mendukung. 

Kekuatan persaudaraan akan melahirkan soliditas tanpa batas. Merangkul dan menjadi bagian dari keluarga besar membuat perjalanan aktivitas saya mendapat do’a dan dukungan yang maksimal, selain tentu saja dukungan dari keluarga inti saya. Alhamdulillah atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada saya dan keluarga besar saya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.