Header Ads

Teknologi dan Literasi Ditengah Pandemi

EvaJulianti/Dok.Pribadi
 
Kemajuan teknologi yang semakin pesat tentu saja menimbulkan dampak positif dan negatif. Pesatnya perkembangan tentu dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari orangtua, pendidik, remaja hingga anak-anak. 

Berbagai fitur yang dapat diakses diantaranya adalah sosial media, youtube, dan game. Orangtua dan guru di Era 4.0 memang dituntut untuk melek informasi dan teknologi (IT) sehingga dapat mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet dan memilih konten yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. 

Informasi beredar begitu bebas, tak hanya orangtua dan orang dewasa tapi juga menerpa anak sekolah. Keterlibatan akademisi dalam hal ini adalah untuk meneliti sejauh mana perkembangan teknologi 4.0 ini berdampak pada dunia pendidikan. 

Peran guru dan pustakawan di sekolah menjadi sangat penting. Oleh karena itu, guru dan pustakawan selaku pendidik seyogyanya membekali siswa-siswi dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter.

Kondisi dan situasi dimasa pandemi saat ini menuntut masyarakat khususnya siswa untuk belajar dari rumah. Maka dari itu, peranan teknologi menjadi sangat berarti saat ini. Bukan hanya untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh, tetapi lebih dari itu perpustakaan yang biasanya dapat diakses dengan datang langsung kini banyak bermunculan perpustakaan online.

Sebenarnya sudah lama perpustakaan online hadir ditengah masyarakat, namun eksistensinya kalah dengan media sosial. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sudah memiliki i-pusnas sejak 16 Agustus 2016. 

Selain perpusnas, beberapa provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia juga sudah memiliki perpustakaan online. Salah satunya adalah Kota Tangerang Selatan. I-Tangsel dapat dikatakan sebagai perpustakaan online yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah dimanapun mereka berada. 

Kehadiran i-Tangsel diharapkan dapat mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter. I-Tangsel pertama kali dilaunching bertepatan dengan ulang tahun Kota Tangerang Selatan pada tanggal 26 November 2018 di lapangan Sun Burst BSD.

Airin Rachmi Diany selaku Walikota Tangerang Selatan turut hadir dan meresmikan aplikasi ini. Tujuan pemerintah kota menghadirkan aplikasi perpustakaan online ini yaitu untuk diversifikasi bacaan bagi masyarakat di Tangerang Selatan khususnya. 

Selain perpustakaan umum dan perpustakaan keliling, masyarakat Tangsel memiliki pilihan lain dalam mengakses bahan bacaan. Kebijakan ini merupakan turunan dari dua kata motto Tangsel, yaitu cerdas dan modern. 

Cerdas dapat diwujudkan dengan dekatnya fasilitas literasi dan bacaan. Modern dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi masa kini. Layaknya perpustakaan konvensional, i-Tangsel juga dilengkapi dengan berbagai jenis buku.

Mulai dari Agama dan spriritual, Agama Islam, anak, biografi, bisnis, bisnis dan ekonomi, BSE guru, BSE siswa, ekonomi dan keuangan, hobi, inspirasi, keluarga, Kerajinan dan hobi, kesehatan, kuliner, lingkungan, motivasi, motivasi dan inspirasi, novel, orangtua dan anak, panduan, pendidikan dan permainan, pendidikan anak, pengembangan diri, perjalanan, referensi, resep makanan.

Melalui aplikasi i- Tangsel, seluruh masyarakat Kota Tangerang Selatan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kegiatan pembelajaran dan hiburan. Hadirnya aplikasi i-tangsel di Kota Tangerang Selatan memberikan pengaruh yang luar biasa. 

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat pengguna dan aktifitas masyarakat di aplikasi tersebut. Dengan adanya perpustakaan digital memberikan kemudahan dalam mengakses bahan bacaan, memudahkan dalam mengerjakan tugas, dan menjadi lebih efektif pada masa pandemi .

Penulis, 
Ulfah Julianti, S.S., M.Pd, 
Dosen Universitas Pamulang dan Pustakawan SMAN 6 Kota Tangerang Selatan


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.