Header Ads

Kelor Jadi Bahan Perdebatan Calon Walikota Tangerang Selatan


BANTENPERSPEKTIF.COM,PILKADA - Tanaman Kelor menjadi bahan perdebatan dua calon Walikota Tangerang Selatan saat acara "Debat Kanidat Pilkada Tangsel" di KompasTV pada Minggu, 23 November 2020.

Berdasarkan pengamatan BantenPerspektif, tidak ada perdebatan yang seru ketiga calon kepala daerah tersebut. Tampak ketiganya seperti menjaga dan berhati - hati untuk menyerang satu sama lain.

Pasangan Muhammad-Saraswati misalnya, saat diberi kesempatan oleh moderator untuk memberikan pertanyaan kepada pasangan Nurazizah - Ruhamaben ternyata tidak menukik.

Muhammad, calon Walikota Tangsel yang diusung Partai Gerindra, PDIP dan PAN ini mempertanyakan soal tanaman kelor yang sering disampaikan oleh Nurazizah saat sosialisasi kepada masyarakat.

"Bu Nurazizah sering menyampaikan soal tanamann kelor, nah itu bagaimana budidayanya sementara di Tangsel sudah digalakan tanaman jenis lain," kata Muhammad yang juga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel.

Nurazizah pun menjelaskan bahwa tanaman kelor merupakan tanaman rakyat yang bisa dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan bisa menjadi salah satu upaya penanganan Covid -19.

"Budidaya tanaman Kelor tidak memerlukan anggaran APBD karena ini adalah jenis tanaman rakyat yang bisa dibudidaya di pekarangan ataupun lahan kosong lainnya," terang puteri Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini.

Sementara Ruhamaben, calon Wakil Walikota Tangsel alias pendamping Nurazizah menambahkan bahwa tanaman kelor juga bisa dijadikan atau diolah menjadi makanan sehingga memiliki nilai ekonomis. 

Sekadar diketahui, Tanaman Kelor merupakan tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Tanaman ini umum digunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia. (KNT)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.