Header Ads

Banten Masuk 10 Besar Penghasil Panen Padi Se-Indonesia

Gubernur Banten Wahidin Halim senang karena Banten surplus beras ditahun 2020. Bahkan Banten masuk 10 besar sebagai daerah penghasil padi terbesar Se-Indonesia.


BANTENPERSPEKTIF.COM
, PEMPROV - Dengan langkah pasti dan percaya diri Gubernur Banten menata sektor pertanian. Hasilnya pun mulai terlihat dengan capaian diantaranya masuknya Provinsi Banten kedalam 10 besar penghasil panen padi Se-Indonesia ditahun 2020.

Diketahui, luar panen padi di Banten diperkirakan sebesar 325,45 ribu hektare dengan produksi sebesar 1,64 juta ton Gabah Kering Geling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras di Provinsi Banten pada 2020 mencapai sekitar 931,18 ribu ton.

Prestasi ini membuat Pemerintah Provinsi Banten mendapat pin emas dari Menteri Pertanian Indonesia. 

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam berbagai kesempatan meminta sektor pertanian di Banten jadi salah satu faktor pemulihan ekonomi dampak pandemi Corona atau COVID-19. Sektor ini katanya harus bisa memastikan kebutuhan pokok warga.

"Masyarakat butuh kebutuhan pokok, kekuatan pertanian bisa menjadi ketahanan pangan dan memastikan stok kebutuhan," kata Wahidin dalam suatu kunjungan kerjanya di Kabupaten Lebak.

Banten Surplus Beras
Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten Asep Mulya Hidayat mengatakan ketersediaan beras di Banten dalam kondisi aman. Hal ini juga ditambah dengan adanya surplus beras sekitar 128.000 ton di bulan April.

"Kebutuhan konsumsi beras bulan April diperkirakan sekitar 113.200 ton. Jadi, ada surplus beras sekitar 128.000 ton. Dan Bulog diharapkan dapat membeli surplus beras petani ini," Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020) lalu.

Menurut Asep, pada bulan Maret, produksi gabah di Banten mencapai 255.342 ton atau setara dengan 160.202 ton beras. Sedangkan panen bulan April diperkirakan 384.44 ton gabah atau setara dengan 241.200 ton beras. Dirinya juga mengatakan seandainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan, ketersediaan beras di Banten dalam kondisi aman. (rls/knt)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.