Header Ads

Pancasila Dalam Bahaya, Budi Prajogo Ajak Warga Tangsel Gotong Royong Menjaga

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Budi Prajogo saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kampung Bulak, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Minggu (14/3/2021).Doc/Foto:StafAhliBudiPrajogo

BANTENPERSPEKTIF.COM, PARLEMEN - Ratusan warga Kota Tangerang Selatan dari berbagai elemen menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar oleh Budi Prajogo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten di kampung Bulak,  Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang pada Minggu (14/3/2021).

Dalam paparannya, Budi menegaskan bahwa pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Menurutnya, saat ini pancasila dalam keadaan bahaya dengan adanya ancaman baik dari ekstrem kiri maupun ekstrem kanan. Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin memahamkan diri tentang nilai-nilai dalam pancasila.

 “Sosialisasi empat pilar ini tentunya sangat penting bagi kita agar ditanamkan dalam diri kita tentang kesadaran masyarakat, tentang konsep berbangsa yang penuh toleransi, menghargai segala perbedaan, hidup bergotong royong yang penuh rasa welas asih, dan menghargai hukum yang ada” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Saat ini, kata Budi,  DPRD Banten ditugaskan untuk menggencarkan sosialisasi empat pilar kebangsaan  kepada seluruh element masyarakat, baik itu tentang pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempunyai satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

“Saya yakin semua sudah sangat memahami keempat pilar tersebut yang merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan karena  itu adalah tiang penyangga yang menjadi panutan dalam upaya kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” ujar Budi.

Bendahara Umum DPW PKS Banten ini juga mencontohkan bagaimana pancasila mampu merefleksikan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti religius, kemanusiaan, nasionalisme, gotong royong dan keadilan semua dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mari bersama kita melawan upaya penyebaran pemahaman komunisme di tengah masyarakat, menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap dua perbedaan agar kita sama-sama bisa menjaga keutuhan NKRI," ajak alumnus STAN ini.

Ditambahkan Budi, pemahaman empat pilar tersebut penting mengingat  Kota Tangsel adalah masyarakat plural maka harus bisa menerima perbedaan serta harus saling menolong. Budi meminta agar masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai pancasila dalam menghadapi Pandemi ini. 

“Kita harus terus berdoa guna keselamatan diri dan bangsa dan meningkatkan toleransi demi kenyamanan bersama, tidak menyebar berita hoax yang menjatuhkan atau merugikan banyak pihak demi keutuhan bangsa,” katanya. (rls/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.