Header Ads

Dua Tersangka Bantuan Ponpes Ditahan, WH; Saya Perintahkan Jangan Ada Pemotongan


BANTENPERSPEKTIF.COM, HUKUM – Kejaksaan Tinggi Banten menahan dua tersangka baru terkait kasus pemotongan dana bantuan pondok pesantren di Provinsi Banten. Kedua tersangka tersebut adalah mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provisi Banten Irfan Santoso dan mantan Ketua Tim Verifikasi Dana Hibah Ponpes Toton Suriawinata.

Keduanya ditahan  di Rumah Tahanan (Rutan) Pandeglang untuk 20 hari kedepan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1,5 jam. Dari penangkapan ada pernyataan dari Kuasa Hukum Irfan Santoso, yaitu Alloy Ferdinan yang menyebut nama Gubernur Banten, Wahidin Halim.

"Dalam Berita Acara Perkara (BAP) kliennya mengakui memberikan rekomendasi (pemberian hibah) itu tidak keluar karena melampaui waktu berdasarkan Pergub. Namun ini karena perintah atasannya (Gubernur Banten Wahidin Halim) dana hibah itu tetap dianggarkan,” kata Alloy kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Pada bagian lain, pihak Wahidin Halim mengklarifikasi soal perintah kepada bawahannya tersebut. Yang diperintahkan Wahidin adalah agar Kesra membantu dan memfasilitasi pondok pesantren di Banten, lakukan pendataan dan verifikasi data ponpes yang masuk dan jangan ada praktek pemotongan bantuan yang diterima ponpes sepeserpun dan terakhir mekanisme pemberian bantuan harus sesuai dengan aturan dan jangan dikorupsi.

Itulah mengapa Wahidin langsung geram dan inisiatif sendiri untuk melaporkan ketika mendengar bahwa ada pemotongan dana bantuan pondok posantren. Sementara itu, Asintel Kejati Banten Adhiyaksa Darma Yuliano mengatakan alasan penahanan kedua tersangka karena dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti serta diancam hukuman di atas 5 tahun penjara. (dbs/kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.