Header Ads

Setelah KAMMI, Giliran Aktivis Sekolah Demokrasi Dukung WH Laporkan Kasus Bantuan Ponpes


BANTENPERSPEKTIF.COM, HUKUM - Setelah beberapa hari mendapat dukungan dari aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Banten soal langkah Gubernur Banten, Wahidin Halim yang melaporkan penyelewengan dana hibah pondok pesantren, kini giliran pendiri Truth dan aktivis Sekolah Demokrasi, Aru Wijayanto yang juga mendukung langkah Wahidin Halim tersebut. 

Aru Wijayanto mengatakan, komitmen Wahidin Halim patut mendapatkan apresiasi dalam menguak sederet fakta kasus korupsi di tanah Jawara.

“Bila Gubernur Wahidin Halim tak punya kesetiaan untuk merawat Banten dengan sebaik-baiknya, bila ia tak sungguh-sungguh dengan sepenuh tenaga memerangi korupsi, barangkali kasus bancakan dana hibah pesantren itu tidak akan mencuat ke publik dengan para pelakunya yang masih bebas berkeliaran,” imbuh Aru seperti dilansir TangerangOnline.Id.

Keberanian WH, kata dia, harus  didukung  masyarakat Banten karena apa yang dilakukan WH merupakan bukti hadirnya komitmen Wahidin dalam menjaga Banten dari perilaku korup. "Ia bukan saja jeli, tapi juga tak pernah lengah mencermati setiap keganjilan yang bisa menyebabkan kerusakan pada Banten. Karena itu kita perlu (ikut) mengawalnya,” ujarnya.

Di ketahui, kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan untuk pondok pesantren tahun 2020 senilai Rp 117 miliar tersebut membuat Gubernur Banten, Wahidin Halim kalap dan mensupport Kejaksaan Tinggi Banten untuk mengusut tuntas duga kasus korupsi tersebut.

Beberapa waktu lalu aktivis KAMMI Wilayah Banten juga memberikan dukungan terhadap langkah WH tersebut. Mereka sampaikan dukungannya melalui rilis kepada BantenPerspektif. (dbs/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.