Header Ads

Soal ASN Dinkes Mengundurkan Diri, Begini Kata Jazuli Abdillah


BANTENPERSPEKTIF.COM, PARLEMEN - Para ASN Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang mengundurkan diri ternyata hanya mundur dari jabatannya sebagai eselon 3 dan 4, bukan mundur dari statusnya sebagai ASN.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Banten, Ahmad Jazuli Abdillah saat menjadi narasumber di IG Live Serang FM, Selasa (1/6/2021). Terkait alasan para ASN mengundurkan diri karena merasa sudah bekerja maksimal, Jazuli mengatakan bahwa yang menilai kinerja mereka bukanlah mereka sendiri melainkan ada lembaga lain dan pimpinan.

"Jadi bukan mereka menilai dirinya, tapi ada semacam penilaian dari pimpinan dan lembaga lain. Itu jenjang penilaiannya seperti itu sesuai dengan PP Nomo 17 Tahun 2020 tentang Manejemen ASN," kata Jazuli.

Ditambahkan Jazuli, dalam kertas yang beredar di sosial media, para ASN tersebut juga mengaku sudah merasa bekerja sesuai arahan pimpinan atau kepala dinas maka secara normatif apa yang mereka sampaikan benar. 

"Saya melihatnya seperti itu. Tetapi kan mestinya mereka juga kritis. Apakah perintah pimpinan itu sesuai dengan tupoksi atau tidak, perintahnya melanggar atau tidak, perintahnya hitam atau putih sehingga ASN bisa bekerja apa kata pimpinan tetapi juga punya daya kritis," kata Jazuli.

Masih menurut Jazuli, bahwa publik perlu tahu bahwa para ASN tersebut melakukan dua sumpah, yaitu sumpah sebagai ASN dan kedua sumpah ketika mereka mendapatkan jabatan. "Jadi kalau bicara melanggar jangan sampai ada penilaian mereka melanggar dua sumpah, yaitu sumpah jabatan dan sumpah ASN," kata Jazuli.

Sementara terkait disiplin ASN, Jazuli mengatakan bahwa sebagai ASN bisa dikategorikan melanggar, salah satunya melanggar sumpah. "Nah, ketika mereka mundur pasti kan ada efek terhadap pelayanan masyarakat lalu dinilai oleh pimpinan mereka melanggar sumpah jabatan maka ini menjadi problem," kata Jazuli.

Apalagi, kata Jazuli, saat ini sedang ada masa pandemi Covid - 19 dimana tenaga mereka dibutuhkan. "Jadi soal ada pemberitaan Gubernur pecat ASN, konteksnya pemecatan dari jabatan mereka sebagai eselon 3 dan 4, bukan sebagai ASN karena yang mereka  sampaikan soal mengundurkan diri pun sepertinya bukan mundur sebagai ASN, melainkan mundur dari jabatannya. itu yang kami pahami," kata Jazuli. (dbs/kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.