Header Ads

Video Tiktoknya Viral, Anggota Parlemen Banten Ini Minta Maaf


BANTENPERSPEKTIF.COM, PARLEMEN -Dede Rohana Putra, anggota DPRD Provinsi Banten menjelaskan duduk perkara terkait tiktok yang sempat viral di media karena dianggap tidak etis sebagai pejaba publik.

Disampaikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, video TikTok yang viral isinya sebenarnya memberikan himbauan dibumbui candaan, canda yang sering masyarakat utarakan.

"Tapi namanya masyarakat ada yang terhibur ada yang tidak suka  juga ada , ini jadi pelajaran buat saya supaya kedepan bisa bikin video yang viral tapi tidak buat masyarakat tersinggung," kata Dede melalui pres release yang dikirimkan kepada BantenPerspektif, Rabu (19/5/2021).

Ditambahkan pengusaha asal Kota Cilegon ini, selama ini dirinya sering melihat banyak video himbauan dari pemerintah tapi dibuat semenarik mungkin ada bumbu lucunya.

"Maksudnya saya seperti itu tapi saya belum berpengalaman, jadi saya sampaikan permohonan maaf buat semua masyarakat yang terganggu dengan vedeo saya," kata Dede.

Seperti diketahui, video tiktok Dede Rohana menjadi perbincangan publik karena konten dalam bideo tersebut terdapat kalimat yang melarang masyarakat berwisata sehingga dirinya mewakili.

Video tersebut dibuat di salah satu objek wisata di Kawasan Pantai Anyer. Masyarakat menilai tidak etis karena video tersebut muncul setelah adanya instruksi Gubernur Banten yang menutup semua objek wisata di Banten. 

Dede sendiri mengaku bahwa dirinya dan keluarga sudah berada di lokasi wisata tersebut sejak Sabtu, artinya sebelum adanya larangan instruksi Gubernur Banten terkait penutupan objek wisata. 

"Kalau temen - teman tahu, sering saya menyampaikan himbauan atau berbagi  pengalaman melalui vedeo yang saya kemas tidak resmi dan tidak serius, kadang saya juga mengkritik kebijakan pemerintah pake pantun atau pake artikel biar menarik tapi substansinya masuk," kata Dede.

Sementara terkait keputusan gubernur yang menutup tempat wisata mulai hari Minggu, Dede menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di tempat wisata melainkan di hotel karena hotel tidak ditutup oleh keputusan gubernur tersebut.

"Dan saya di hotel sejak hari Sabtu bareng keluarga besar sebelum ada larangan dari gubernur tempat wisata di tutup, saya apload video hari Minggu pagi untuk memberikan himbauan sekaligus hiburan buat masyarakat tapi ada masyarakat yang senang dan mengerti maksud vedeo saya dan ada juga yang menilai negatif tapi saya sampaikan permohonan maaf jika ada yang tersinggung," tutupnya. (rls/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.