Header Ads

Cincau, Campuran Es Asal China yang Menyatu di Indonesia

 @eattemptationsby

BANTENPERSPEKTIF.COM, KULINER - Cincau atau dalam bahasa China xiancao  adalah minuman dingin yang di antara isinya ada semacam agar-agar dibuat dari daun cincau. 

Kata cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian Sienchau (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.

Di Indonesia sendiri Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar, seperti es cincau atau es campur. Rasanya yang enak dan adem saat masuk ke dalam tenggorokan membuat jenis kuliner ini banyak disukai.

Apalagi proses pembuatannya sendiri tergolong muda. Diawali dengan perendaman, yang biasanya dilakukan setelah daun diremas-remas atau dihancurkan. Ada juga yang menyertakan perebusan terlebih dahulu. 

Pemberian soda kue dapat dilakukan sebagai pengawet. Warna cincau bermacam-macam, berkisar dari hijau hingga hijau pekat, bahkan hitam, tetapi disertai dengan kesan tembus pandang (transparan). Konsistensinya juga berbeda-beda. Warna dan konsistensi cincau berbeda-beda karena tumbuhan yang dipakai berbeda-beda.

Jenis tumbuhan ini hidupnya merambat, daun berwarna hijau pucat dengan rambut di atas permukaannya. Selain sebagai penghasil cincau, ekstrak tumbuhan ini mengandung zat anti-protozoa, tetrandine, suatu alkaloid, khususnya terhadap penyebab malaria Plasmodium falciparum.

Meski tergolong minuman rakyat, tetapi jenis minuman ini masih gampang ditemui termasuk di kota - kota besar, seperti Jakarta dan Kota Tangerang Selatan. Sejumlah pedagang umumnya menggunakan gerobak dan berjualan dengan cara berkeliling.

Tetapi ada pula resto yang menyediakan es cincau meskipun harganya sudah berbeda dibandingkan dengan es cincau yang dijual para pedagang keliling. (dbs/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.