Header Ads

Terkena Dampak Bendung Sindangheula, Warga Pancanegara Curhat ke Dewan

 

Warga Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang mengadukan persoalan sawah mereka kepada parlemen DPRD Provinsi Banten.

BANTENPERSPEKTIF.COM, PARLEMEN - Sejumlah warga Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang mengadukan persoalan dampak dari keberadaan Bendung Sindangheula ke parlemen Banten.

Mereka diterima anggota parlemen di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Provinsi Banten, pada Kamis (27/05/21). Hadir dalam kesempatan itu, yaitu Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Wakil Ketua DPRD Fahmi Hakim ,Ketua Komisi IV Eri Suhaeri, anggota Komisi IV  Ida Rosida Lutfi,  dan Kabag Umum Sekretariat DPRD Provinsi Banten  Furkon.

Selain itu hadir pula Kasatker Bendungan BBWS C3 Kementerian PUPR, Yubra Arnasa, Plt Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten Isvan Taufik dan Kasi Penatagunaan SDA Dinas PUPR Banten Endang Sudrajat.

Wakil Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim saat menerima perwakilan warga dari Desa Pencanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang yang mengadukan persoalan sawah mereka akibat keberadaan Bendungan Sindangheula.

Kepada anggota parlemen, Ade Suhendra selaku Kepala Desa Pancanegara menyampaikan, permasalahan lahan pertanian milik masyarakat di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran seluas kurang lebih 5 hektare yang terkena dampak oleh Bendungan Sindang Heula, dimana terjadi curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan air dari bendungan meluap dan masuk ke tanggul persawahan warga. 

Sekadar mengingatkan, Bendung Sindangheula diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (4/3/2021). Bendungan ini mampu menampung air dengan kapasitas hingga 9,3 juta meter kubik. Bendungan ini ditargetkan mampu memberikan manfaat irigasi terhadap 1.280 hektare sawah yang ada di Banten, khususnya Serang. (rls/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.