Header Ads

Tenaga Kesehatan Banten Berjibaku Hadapi Covid - 19


BANTENPERSPEKTIF.COM, KESEHATAN - Komunitas yang paling rentan terpapar virus Covid - 19 adalah para tenaga kesehatan. Mereka tidak berjarak dengan pasien Covid - 19 karena harus interaksi sebagai salah satu proses penyembuhan para pasien. Para tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid - 19 saat ini.

Sejumlah tenaga kesehatan pun banyak yang menjadi korban keganasan virus yang bermula dari Wuhan, China dan India ini. Kemarin (Rabu, 14 Juli 2021) seorang dokter di Kabupaten Pandeglang meninggal dunia akibat terpapar Covid - 19.

Bahkan menurut data resmi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang sudah ada lima tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid - 19. Pada bagian lain para tenaga kesehatan masih terus aktif melakukan pertolongan kepada warga, baik yang sudah terpapat maupun yang belum dengan cara keliling ke sejumlah lokasi.

Beberapa hari lalu, para tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten melakukan tracking di Kejaksaan Tinggi Banten. Mereka terlihat semangat dan gembira meski membawa risiko.

Sementara pantauan BantenPerspektif, beberapa pekan lalu juga tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipocok Jaya, Kota Serang menjemput seorang warga di Komplek Banjar Agung Indah, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang karena positf terkena Covid -19.

Para tenaga kesehatan pun membawa mereka ke rumah sakti dengan sebuah ambulance. Belum diketahui berapa persisnya jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Banten yang ditugaskan secara khusus menangani Covid - 19.

Kondisi ini pun semakin menyulitkan mereka karena rumah sakit di Provinsi Banten penuh. Tidak hanya itu, ketersediaan oksigen pun semakin menipis sehingga tidak jarang para tenaga kesehatan sering menjadi omelan para warga, padahal mereka tengah berjuang menolong semua warga. (dbs/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.