Header Ads

Dalung Keputren Satu, Ikon Baru Kekuasaan di Banten


Nama sebuah lokasi atau tempat dalam dunia politik akan include dalam persepsi publik. Tidak heran ketika seseorang pejabat publik menempati suatu daerah maka daerah tersebut pun akan menjadi ikut dikenal masyarakat. Ditingkat nasional kita mengenal ada Jalan Teuku Umar, dimana Megawati Soekarnoputeri, Ketua Umum PDI Perjuangan berdomisili. Begitupun kita mengenal Cikeas, rumah Susilo Bambang Yudhoyono dan terakhir adalah Hambalang, dimana daerah ini merupakan tempat tinggal Prabowo Subianto.

Dan ternyata ikon politik ini juga dikenal di daerah, salah satunya adalah di Provinsi Banten. Ketika Ratu Atut Chosiyah masih menjadi Gubernur Banten maka Bhayangkara 51 pun menjadi dikenal. Bhayangkara 51 adalah rumah milik Ratu Atut Chosiyah. Jalan Bhayangkara dalam administrasinya masuk Kecamatan Cipocok Jaya. Dan sampai sekarang rumah itu pun masih berdiri dan dikenal sebagai salah satu simbol kekuasaan di Banten, meski tidak setenar ketika Atut masih berkuasa.

Lalu ada Ciracas, dimana Ahmad Taufik Nuriman, mantan Bupati Serang berdomisili pun ikut menjadi terkenal ketika ia masih menjabat dan sampai sekarang kawasan ini pun masih dikenal banyak orang. Lalu di Kota Cilegon ada sebutan Jombang, yaitu sebuah kecamatan dimana keluarga Aat Syafaat (mantan Wali Kota Cilegon) berdomisili.

Dan kini, muncul ikon baru yaitu Dalung Keputren 1, sebuah tempat yang berada di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Dalung Keputren 1 adalah alamat rumah Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serang, Fahmi Hakim.

Bagi masyarakat terutama para politisi yang selama ini berhubungan dengannya pasti hafal dengan Dalung Keputren 1. Ditahun 2000 - an daerah ini masih tergolong sepi, tetapi kini menjadi ramai dan terdapat banyak kompleks perumahan.

Rumah Fahmi Hakim sendiri berasitektur modern dan didominasi warna kuning, yaitu warna khas Partai Golkar. Rumah ini diketahui berada di pinggir jalan yang menuju ke perkampungan. Pada bagian seberang rumah keluarga, terdapat aula sekaligus garasi mobil Fahmi Hakim yang kerapkali dijadikan diskusi dan menerima tamu. 

Sebenarnya dikalangan masyarakat Kabupaten Serang ada ikon tempat yang dimiliki Fahmi Hakim, yaitu Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, tempat dimana Fahmi dilahirkan. Desa ini juga kini menjadi dikenal masyarakat seiring dengan ketenaran nama Fahmi Hakim. Fahmi  sendiri merupakan politisi yang usianya tergolong muda tetapi karir politiknya terbilang moncer.

Kali pertama menjadi anggota parlemen, ia langsung menjadi Ketua DPRD Kabupaten Serang dan saat naik ke tingkat provinsi pun langsung menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, politisi yang mewakili Partai Golkar duduk di kursi pimpinan dewan. Bahkan terakhir Fahmi dijagokan untuk maju sebagai calon Bupati Serang ditahun 2024 mendatang.

Tidak hanya lembaga politik, Fahmi juga diketahui menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang dan Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Banten. Saat merebut posisi ketua di Asosiasi PSSI Banten, Fahmi diketahui bersaing dengan Bupati Tangerang Zaki Iskandar dan ia berhasil mengalahkan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta ini. 

Belakangan diketahi Fahmi juga mulai adaptasi dengan teknologi informasi, khusus sosial media. Melalui website pribadinya www.fahmihakim.com, fahmi intens memberikan informasi seputar kegiatannya. Tak hanya website, Fahmi juga diketahui memiliki channel youtube Fahmi Hakim. (dbs/kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.